Sabtu, 22 Januari 2022

Gubernur Tinjau Lokasi Kawasan Industri Halal Sidoarjo

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur meninjau lokasi yang akan menjadi Kawasan Industri Halal (KIH) Jatim, yakni di Kawasan Pergudangan Safe N Lock Eco Industrial Park, Sidoarjo, Senin (30/11/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur meninjau lokasi yang akan menjadi Kawasan Industri Halal (KIH) Jatim, yakni di Kawasan Pergudangan Safe N Lock Eco Industrial Park, Sidoarjo, Senin (30/11/2020).

Pemprov Jatim bersama PT Makmur Berkah Amanda pengelola Safe N Lock Eco Industrial Park sedang bekerja sama membangun Kawasan Industri Halal Jatim di Sidoarjo. Salah satunya, dengan memperluas kawasan Safe N Lock.

Kawasan Safe N Lock Eco Industrial Park berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 410 hektar. Kawasan Industri Halal Jatim yang direncanakan totalnya hanya 148 hektar dengan menambah sejumlah sarana dan prasarana.

PT Makmur Berkah Amanda menyatakan kesiapan untuk memperluas kawasan industri Safe N Lock itu dan melengkapinya dengan sektor pariwisata, makanan dan minuman, kosmetik, hingga kesehatan.

Khofifah mengatakan, dia ingin mendorong perkembangan industri produk halal di Indonesia lebih maju lagi.

“Kami harap produk makanan halal di Indonesia bisa tembus sepuluh besar dunia,” ujarnya.

 

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur meninjau lokasi yang akan menjadi Kawasan Industri Halal (KIH) Jatim, yakni di Kawasan Pergudangan Safe N Lock Eco Industrial Park, Sidoarjo, Senin (30/11/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

 

Konsep Kawasan Industri Halal yang dimaksud Khofifah adalah area khusus untuk produksi dan penyimpanan produk halal yang mana integritas suatu produk halal dijamin oleh kawasan melalui sistem dan prosedur halal yang ketat.

Nantinya, KIH Jatim akan jadi kawasan one stop service bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), yang mana di tempat itu, semua kebutuhan pengembangan usaha terfasilitasi.

“Mereka bisa produksi, mereka mengikuti format bagaimana sebuah produksi di kawasan industri modern. Mereka dapat suplai air cukup, listrik cukup, tempat pengolahan limbah, juga laboratorium dan sertifikat halal,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Khofifah mengapresiasi kawasan Safe N Lock yang mengakomodasi IKM dan UKM dengan mengusung konsep halal di Jatim. Dia yakin, impian pelaku IKM dan UKM Jatim bisa segera menjadi kenyataan.

“Hadirnya Kawasan Industri Halal akan mendorong perkembangan industri produk halal di Jatim. Bagi IKM dan UKM, Ini seperti mimpi jadi kenyataan karena tiba-tiba punya peluang, mereka bisa punya pabrik,” kata Khofifah. (den/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Sabtu, 22 Januari 2022
25o
Kurs