Rabu, 25 November 2020

Kapal Curah Raksasa Sandar di Teluk Lamong

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
MV Great Glen kapal curah kering berbobot mati 93.251 Ton sandar di dermaga Terminal Teluk Lamong. Foto : Istimewa

MV Great Glen kapal curah kering berbobot mati 93.251 Ton sandar di dermaga Terminal Teluk Lamong. Kapal berbendera Hong Kong ini membawa muatan 71.582 Ton pakan ternak asal Brazil dan dibongkar kurang dari 7 hari.

Kapal itu adalah kapal curah kering terbesar sepanjang sejarah yang sandar di pelabuhan Tanjung Perak. Bukti terobosan Pelindo III menginisiasi sistem bongkar curah kering terintegrasi yang ramah lingkungan sehingga mempercepat waktu pelayanan.

“Proses pelayanan di Terminal Teluk Lamong berbeda karena punya standar internasional dan peralatan canggih yang mempercepat proses bongkar muat,” kata Geng Jun Master Kapal MV Great Glen, dalam keterangan pers, Senin (10/8/2020).

Sejak 2010, MV Great Glen melayani muatan curah asal Amerika Latin tujuan Asia Timur dan Asia Tenggara. Kapal sepanjang 229,2 Meter ini menempuh perjalanan 20 hari dari Brazil ke Indonesia untuk bongkar muatan soybean meal atau bubuk kedelai di Terminal Teluk Lamong.

Soybean meal adalah bahan utama pakan ternak. Sebagaimana diketahui, industri pakan ternak di Jatim memang cukup banyak dan besar.

Sebelum MV Great Glen, beberapa kapal curah kering internasional berukuran raksasa juga sandar dan dilayani di Terminal Teluk Lamong. Di antaranya MV Julius Olendorff asal Portugal bermuatan 60.000 ton.

Selain itu, MV Medi Serapo asal Liberia bermuatan 68.597 ton dan MV Olympic Gemini asal Yunani juga pernah sandar di sana. Pencapaian itu adalah bentuk apresiasi pelanggan untuk Terminal Teluk Lamong atas pelayanan jasa kepelabuhanan, khususnya curah kering.

Sejauh ini, untuk menjamin pelayanan prima Terminal Teluk Lamong punya peralatan yang terintegrasi. Antara lain 2 Grab Ship Unloader (crane berbahan bakar listrik khusus untuk membongkar muatan curah berkapasitas maksimal 2000 ton/ jam), Conveyor (berfungsi memindahkan barang dari crane menuju gudang dengan sistem roller berbahan karet), dan gudang penyimpanan/silo (gudang penyimpanan muatan curah terintegrasi sistem antrian truk).

“Kami melakukan inovasi dari sisi peralatan dan konsep ramah lingkungan. Ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada pelanggan yang sudah mempercayakan jasa kepelabuhanannya di Terminal Teluk Lamong,“ ujar Faruq Hidayat Direktur Utama Terminal Teluk Lamong.(den/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Kecelakaan Mobil di Tol Porong arah Sidoarjo

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
32o
Kurs