Rabu, 30 September 2020

Omzet Lumbung Pangan Jatim Lebih dari Rp1 Miliar

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Antrean pembeli di Lumbung Pangan Jatim di Jatim Expo, JX-Internasional Surabaya, Selasa (21/4/2020). Foto : Hasan Sentot (Hansen) Humas Jatim Expo (JX) Internasional

Sudah terjadi 8.052 transaksi di Lumbung Pangan Jatim, di gedung JX Internasional Surabaya, sejak dibuka 21 April lalu sampai Minggu (26/4/2020). Omzetnya sudah lebih dari Rp1 miliar.

Dari total 8.052 transaksi di Lumbung Pangan Jatim selama enam hari beroperasi, transaksi tertinggi masih dilakukan di Outlet JX Internasional sebanyak 5.439 transaksi. Sedangkan secara daring 2.613 transaksi.

Erlangga Satriagung Dirut PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim mengatakan, antusiasme masyarakat atas keberadaan Lumbung Pangan Jatim selama enam hari ini cukup tinggi.

Terlihat dari jumlah kunjungan harian yang mencapai 900-1.000 orang per hari baik secara langsung di outlet Jatim Expo, pre-order secara drive thru, maupun lewat situs lumbungpanganjatim.com.

“Ini bukan upaya pemerintah bersaing dengan swasta. Lumbung pangan ini ada karena kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan jelang Idul Fitri di tengah Covid-19 tetap tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Lumbung Pangan Jatim ini untuk memberi kepastian ketersediaan bahan pokok yang aman dan mudah diakses masyarakat serta untuk memastikan stabilitas harganya.

Manfaat lain yang ingin dimunculkan, seperti disampaikan Khofifah Gubernur Jatim beberapa waktu lalu, yakni memunculkan peluang pendapatan bagi pelaku ojek online (ojol).

Seperti diketahui, untuk pembelian secara daring di situs Lumbung Pangan Jatim, ada gratis ongkir untuk radius 20 kilometer bagi masyarakat. Pemprov Jatim bekerja sama dengan Gojek untuk pengiriman barang.

Gula menjadi salah satu komoditas paling diminati di Lumbung Pangan Jatim. Selama enam hari beroperasi, 2,3 ton gula pasir dalam negeri terjual karena harganya yang memang lebih murah.

Di Lumbung Pangan Jatim, harga gula Rp12.500 per kilogram. Rata-rata harga gula pasir di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Rp17.433 per kilogram.

“Dua komoditi yang termasuk paling diminati di Lumbung Pangan Jatim adalah gula dan telur. Permintaan gula sudah 2,3 ton dan telur sebanyak 1,2 ton,” kata Erlangga.

Data transaksi Lumbung Pangan Jatim menunjukkan, di atas gula ada beras sebagai komoditas paling banyak dibeli masyarakat. Beras premium terjual 4,5 ton, beras medium terjual 3,2 ton.

Mirza Muttaqin Dirut PT Jatim Graha Utama (JGU) mengatakan, keberadaan Lumbung Pangan Jatim ini juga membantu Gabungan Kelompok Petani dan nelayan di Jawa Timur karena produk mereka terserap.

“Ini adalah wujud kehadiran negara di tengah pandemi, Bu gubernur merefleksikan idenya dalam bentuk lumbung pangan. Hasil produksi petani dan nelayan tersalurkan dengan harga yang masuk akal,” ujarnya.

Mirza mencontohkan, harga ayam hidup dari petani yang sempat merosot mencapai harga Rp6 ribu-Rp8 ribu. Di Lumbung Pangan Jatim, peternak bisa menjual hasil produksinya dengan harga normal.

Lumbung Pangan Jatim, kata Mirza, juga membantu para peternak ayam petelur di Jawa Timur, yang mana di tengah pandemi Covid-19 ini permintaan telur dari Jakarta sudah mulai berkurang.(den/tin)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Emma Rachmawati

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Rabu, 30 September 2020
34o
Kurs