Selasa, 22 September 2020

Sektor Komunikasi dan Kesehatan Catat Pertumbuhan Positif di Triwulan II 2020

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Ilustrasi live streaming.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi tri wulan II (Q2) 2020 minus 5,32 persen. Dari berbagai lapangan usaha yang terkontraksi, ada beberapa sektor usaha yang mencatat pertumbuhan positif. Sebagian tetap didominasi oleh sektor jasa.

Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan 10,88 persen. Disusul Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 4,56 persen, lalu Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 3,71 persen dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 2,19 persen.

Sektor informasi dan komunikasi mengalami pertumbuhan tertinggi, kata Suhariyanto Kepala BPS, disebabkan beberapa hal.

“Ini terjadi karena peningkatan belanja iklan televisi dan media digital, traffic internet. Adanya peningkatan pelanggan internet dan TV interaktif berbayar,” ucap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Namun, BPS pada tri wulan II 2020 ini juga mencatat, terjadi sejumlah kontraksi di banyak sektor usaha. Diantaranya yang paling signifikan yaitu kontraksi pertumbuhan di sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar 30,84 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 22,02 persen dan Industri Pengolahan sebesar 6,19 persen.

BPS mencatat, ini menjadi pertumbuhan ekonomi terkontraksi pada level negatif untuk pertama kalinya sejak triwulan I-1999, setelah perekonomian pada triwulan II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen.

“Kalau melacak pertumbuhan ini secara triwulanan, minus 5,32 persen ini terendah sejak triwulan I-1999 yang kontraksi 6,13 persen,” kata Suhariyanto.

Ia berharap, ada pembenahan kinerja dalam triwulan III-2020 melalui sejumlah stimulus maupun insentif yang sudah disiapkan pemerintah agar perekonomian dapat kembali menggeliat, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga dan pemerintah.

“Skenario dan kebijakan pemerintah sudah komprehensif melalui penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional. Presiden juga telah berulang-ulang mengarahkan, semua harus memicu stimulus penanganan ekonomi untuk mendorong supply dan demand,” ujarnya.

Menurutnya, arah membaiknya perekonomian itu mulai terlihat dari kenaikan jumlah penumpang transportasi darat, laut maupun kereta api pada periode Juni terhadap Mei 2020 setelah adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Mulai Juni beberapa indikator mulai mengalami perbaikan meski masih jauh dari normal. Mari bergandengan tangan, agar ekonomi makin bergerak, termasuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ini kunci utama agar Covid-19 tidak menyebar,” pungkasnya. (bas)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Meinara Iman Dwihartanto

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Selasa, 22 September 2020
33o
Kurs