Senin, 27 Juni 2022

Akselerasi Digitalisasi Dorong UMKM Kolaborasi dan Inovasi

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Emil Elestianto Dardak-Wakil Gubernur Jawa Timur, di acara Webinar Potensi Pengembangan Koperasi dan UMKM di Jawa Timur, Kamis(16/12/2021). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Pandemi memukul berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali bisnis. UMKM yang tadinya tumbuh pesat, menjadi sangat terdampak ketika pandemi covid-19 terjadi.

Dr. Andromeda Qomariah, MM. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur mengatakan, 80 persen bisnis UMKM di Jawa Timur mengalami penurunan, sedangkan perkembangan digital mengalami peningkatan signifikan seiring perubahan pilihan gaya hidup baru, dimana model belanja dan pemasaran bisnis dilakukan secara online.

Hal ini disampaikan di acara Webinar Potensi Pengembangan Koperasi dan UMKM di Jawa Timur dengan mengambil tema “Akselerasi Digitalisasi Koperasi dan UMKM di Jawa Timur,” Kamis (16/12/2021).

Hadir sebagai pembicara kehormatan,  Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur yang dalam sambutan singkatnya mengatakan,  terjadi banyak perubahan dalam pola bisnis dengan hadirnya teknologi.

“Pergeseran pola konsumsi sangat penting dipahami, di sinilah Smesco akan membantu produk UMKM ke pangsa pasar yang lebih luas. Di sisi lain, Ekspor adalah langkah penting, tapi disaat yang sama perusahaan tumbuh besar hanya mengandalkan pangsa pasar dalam negeri. Karena itu, perlu pengembangan lagi. Selain itu juga ada Data Squad Academy, yang ke depan akan melatih anak-anak muda Jatim meng-analisa big data Indonesia,” kata Emil.

Menanggapi sambutan Emil Dardak, Ongky Irawan-Kepala Seksi Perdagangan Produk UKM Smesco mengatakan Smesco selaku stakeholder branding di bawah Kementrian Koperasi akan memfasilitasi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka hingga ke mancanegara melalui program-program yang dimiliki Smesco.

Ongky berharap semua UMKM mengikuti arus digitalisasi dan berjuang menangkap peluang peluang yang ada. “Smesco akan membantu akses pelaku UMKM dari sisi pemasaran. Namun, pemasaran produk tidak akan berjalan maksimal apabila palaku UMKM belum memahami betul trend produk apa yang dibutuhkan pasar saat ini,” ungkapnya.

Ditambahkan Rizal F.Plyang dari National Product Development Manager eBdesk  Tech membongkar semua data yang dimiliki pihaknya untuk para peserta, di antaranya data trend produk paling laku di Jawa Timur. Saat ini menurut data, Fashion Muslim adalah produk paling laku di Jawa Timur, yakni ada sebanyak 147 ribu produk terjual secara online periode November-Desember 2021.

“Dari data eBdesk, Fashion Muslim adalah produk paling laku di Jawa Timur, lebih spesifik lagi ternyata fashion wanita adalah yang paling dicari. Toko daring di Jawa Timur masih sedikit yang menjual fashion muslim wanita, baru ada sekitar 1.600 toko online , “data ini bisa jadi kesempatan bagus bagi pelaku UMKM di Jatim,”kata Rizal.

Setelah membaca trend produk, para pelaku UMKM juga sebaiknya punya kemampuan untuk bisa mengendalikan produk mereka dengan kendali digitalisasi produk seperti yang disampaikan Andi Abadi Operational Manager Apple Developer Academy.  “UMKM bisa memanfaatkan ini untuk berdiskusi mengenai pengembangan produknya dengan platform digital milik sendiri. Sehingga diharapkan produk nya akan bisa dipasarkan lebih luas,” kata Andi optimis. (man/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
30o
Kurs