Selasa, 15 Juni 2021

Forum Asosiasi Pengusaha: Larangan Mudik Menahan Daya Beli Masyarakat

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Kebijakan larangan mudik menahan daya beli masyarakat. Foto: Pexels

Edy Widjanarko Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur menyatakan, kebijakan larangan mudik oleh pemerintah berakibat banyaknya masyarakat yang menahan belanja di momen Lebaran 2021. Menurutnya, ini akan menganggu target pertumbuhan ekonomi.

“Pengeluaran rumah tangga tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang Lebaran karena adanya kebijakan larangan mudik. Akibat larangan itu akhirnya masyarakat menahan untuk berbelanja,” kata Edy di Surabaya, Sabtu (1/5/2021).

Dia contohkan, penjualan sepatu dan garmen tidak bisa meningkat. Dengan demikian, kata dia, lebaran Idul Fitri 1442 nanti belum bisa diharapkan menjadi kegiatan yang mampu mendongkrak kinerja ekonomi 2021.

Dia bilang, target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen pada 2021 sangat berat untuk tercapai. Bahkan, Edy pesimistis target tersebut bisa terpenuhi.

“Harapan kami di kuartal I/2021 kemarin ekonomi bisa tumbuh sebesar 1 persen hingga 2 persen. Ternyata pertumbuhannya masih minus sekitar 1 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibanding prediksi kita, sehingga target pertumbuhan ekonomi di 2021 sebesar 5 persen ini akan sangat berat,” kata.

Faktor lain yang mengakibatkan beratnya target pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 5 persen itu masih tertundanya pelaksanaan proyek pemerintah, sehingga ada pemilahan atau pemilihan proyek yang penting dan vital untuk segera digarap.

Akibatnya, beberapa proyek yang direncanakan akan dilaksanakan ternyata harus ditunda karena dianggap tidak masuk proyek vital.

Kemudian, Anggaran Pemerintah Daerah (APBD) yang mencapai sebesar Rp182 triliun masih belum maksimal dikucurkan, dan hingga saat ini, Pemerintah daerah masih belum membelanjakannya kecuali untuk belanja gaji pegawai saja.

“Dana itu justru kebanyakan masih tersimpan di bank daerah sehingga tidak bisa menggerakkan ekonomi daerah,” katanya, Dia berharap, pemerintah daerah segera membelanjakan dana itu agar bisa mengungkit ekonomi di daerah terkait.

“Pak Jokowi kemarin sudah sangat kecewa ternyata dana sebesar itu masih tersimpan di bank daerah. Di sisi lain, pandemi Covid-19 di dunia juga belum terkendali. Adanya tsunami Covid-19 di India jadi ancaman baru bagi dunia, termasuk sektor ekonomi. Apalagi varian baru virus corona di India itu ternyata juga ditemukan di Indonesia,” katanya.

Oleh karena itu, pengusaha yang tergabung dalam Forkas berharap pemerintah terus bekerja keras menuntaskan pemberian vaksin secara nasional.

“Mudah-mudahan pemberian vaksin sebesar 1 juta orang per hari yang akan dimulai bulan Juni bisa terlaksana dengan baik sehingga varian covid jenis baru ini bisa dicegah penyebarannya,” ujarnya.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Selasa, 15 Juni 2021
26o
Kurs