Kamis, 24 Juni 2021

Jelang Ramadan Pemkot Surabaya Gelar Operasi Pasar

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama TNI dan Polri melakukan operasi penertiban masker dan rapid test massal di Pasar Keputran Utara dan Pasar Keputran Selatan pada 17 Desember 2020. Foto: Istimewa

Sudah menjadi tradisi menjelang ramadan harga barang pokok mengalami kenaikan. Menjaga stabilitas harga di pasaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah siap-siap menggelar operasi pasar.

Wiwiek Widayati Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya mengatakan selama Bulan ramadan, pihaknya akan menggelar operasi pasar di 31 kecamatan di Kota Surabaya. Bahkan, operasi pasar itu sudah dimulai sejak hari ini, Senin (12/4/2021). “Khusus hari ini kita gelar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Krembangan dan Kecamatan Semampir,” katanya.

Ada dua program yang dilakukan untuk menstabilkan harga, terutama selama bulan ramadan, yaitu operasi pasar di 31 kecamatan dan juga ada sidak pasar yang sudah berjalan hingga saat ini. Setiap kecamatan, biasanya ada dua titik. Namun, apabila ada permintaan tambahan dari pihak kecamatan, ia menambah titiknya.

“Apabila ada kecamatan yang meminta untuk menggelar operasi pasar di beberapa titik, kita penuhi. Sampai saat ini sudah ada sekitar 5 kecamatan yang meminta tambahan titik operasi pasar itu, yaitu Kecamatan Tandes, Sukolilo, Wonocolo, Karang Pilang, dan Rungkut,” tegasnya.

Menurut Wiwiek, komoditi yang biasa dijual berbeda-beda setiap titik, disesuaikan dengan data Disdag tentang kebutuhan warga di lokasi operasi pasar. Namun begitu, biasanya yang dijual pada saat operasi pasar itu adalah beras, minyak, gula, telur, bawang putih, bawang merah, ayam, cabai rawit, dan sayuran.

“Harganya sama atau bahkan lebih murah dari pasaran. Kami menjual gula Rp 11.800 dan beras setiap kilogramnya hanya Rp9.200, komoditi yang lain juga di bawah harga pasar,” ujarnya.

Wiwiek juga memastikan bahwa hingga saat ini harga sembako di kota Surabaya masih stabil semuanya. “Kalau ada yang mengatakan bahwa harga daging naik, itu sebenarnya tidak demikian. Jadi kalau masuk pasar lalu ketemu dengan harga daging Rp110 ribu, itu berarti daging yang yang sudah bagus, lemak-lemaknya sudah dihilangkan, dan itu tidak ada kenaikan selama seminggu atau sebulanan ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam setiap operasi pasar, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sebab, operasi pasar yang dilakukan ini sifatnya mendekatkan kebutuhan warga, sehingga warga tidak perlu ke pasar atau ke toko modern untuk membeli sembako-sembako ini.

“Antusiasme warga pasti sangat tinggi, bahkan kira-kira mencapai 80 persen, karena kita dekatkan dengan warga, sehingga mereka tidak perlu membeli jauh-jauh kebutuhannya,” pungkasnya. (man/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Kamis, 24 Juni 2021
29o
Kurs