Selasa, 28 September 2021

Jokowi Presiden Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden meresmikan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). Foto: biro pers setpres

Joko Widodo Presiden, hari ini, Rabu (15/9/2021), meresmikan proses awal pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia, di daerah Karawang, Jawa Barat.

Pabrik baterai kendaraan listrik tersebut tercatat sebagai yang pertama di Indonesia, dan juga pertama di kawasan Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik merupakan bentuk keseriusan pemerintah melakukan hilirisasi industri.

Menurutnya, era kejayaan komoditas bahan mentah sudah selesai. Maka dari itu, Indonesia harus berani mengubah struktur ekonomi dari berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi, dan industrialisasi.

Presiden menegaskan, Indonesia akan menjadi negara industri yang kuat, berbasis pengembangan inovasi teknologi.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia saya nyatakan dimulai. Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara,” ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Bahlil Lahadalia Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal mengatakan, pembangunan pabrik di Karawang itu akan berdampak positif buat Indonesia.

Salah satunya, pabrik baterai kendaraan listrik akan menyerap banyak tenaga kerja.

Bahlil bilang, Menteri Perekonomian Korea Selatan sudah sepakat mayoritas pekerja di industri tersebut Warga Negara Indonesia.

Sekadar informasi, nilai investasi pabrik baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia sebanyak 1,1 miliar Dollar AS atau sekitar Rp15,6 triliun.

Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik itu bagian dari rencana investasi Korea Selatan di sektor hilirisasi nikel untuk menjadi produk kendaraan listrik senilai 9,8 miliar Dollar AS.(rid/dfn/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
33o
Kurs