Minggu, 22 Mei 2022

Kunjungan Wisata ke Jatim pada 2020 Terendah Selama Lima Tahun Terakhir

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Wisatawan melihat Gunung Baluran di padang sabana Bekol, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat, 22 Juni 2018. Kawasan yang memiliki luas 25 ribu hektare tersebut memiliki 444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, dan 155 jenis burung. Foto : Antara

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim selama Januari-November 2020 terendah selama lima tahun terakhir akibat pandemi Covid-19.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim pada Senin (4/1/2021) kemarin, selama kurun waktu itu total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim hanya 37.257 orang.

Itu pun sudah termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri atau kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Dadang Hardiwan Kepala BPS Jatim mengatakan, bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan dalam kurun waktu yang sama tahun 2019, penurunannya drastis.

Kunjungan wisman ke Jatim itu mengalami penurunan mencapai 83,32 persen. Karena pada periode yang sama tahun 2019 jumlah kunjungan mencapai 223.353 orang.

Kalau dilihat dari bulan ke bulan selama Pandemi Covid-19 pada 2020 lalu, sebenarnya data BPS Jatim menunjukkan adanya perbaikan pada November.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim pada November 2020 mengalami peningkatan cukup signifikan kalau dibandingkan Oktober 2020.

Tercatat sebanyak 2.434 orang wisman masuk lewat Bandara Juanda pada November. Sedangkan pada Oktober, jumlahnya hanya 52 orang.

“November sebenarnya ada peningkatan cukup signifikan sebesar 4.580,77 persen,” ujar Dadang Hardiwan Kepala BPS Jatim, Selasa (5/1/2021).

Namun, sebagian besar merupakan WNI yang tinggal di luar negeri. Dari 2.434 orang, jumlah WNI yang tinggal di luar negeri tercatat sebanyak 2.386 orang.

Sisanya, dari Malaysia dan Singapura masing-masing sebanyak 11 orang. Dari Tiongkok lima orang, Amerika Serikat tiga orang, dan negara lainnya 18 orang.

“Pada November lalu, kalau melihat data ini, sebagian besar yang datang memang WNI yang tercatat sebagai penduduk di luar negeri yang bekerja di sana,” katanya.

Melihat data itu, Dadang mengakui perlu adanya usaha ekstra untuk mengembalikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur.

“Memang perlu usaha cukup berat untuk memulihkan pariwisata di Jatim. Menarik kembali wisman untuk mau datang ke objek wisata atau menginap di hotel,” katanya.

Dia berharap bulan-bulan berikutnya pada 2021 ini minat wisatawan, terutama wisman, kembali bergairah sehingga kondisi pariwisata Jatim kembali meningkat.

BPS juga mencatat tingkat hunian hotel berbintang di Jatim. Pada November 2020, okupansi mencapai 45,47 persen. Naik 3,38 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan untuk rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) asing di hotel berbintang pada bulan yang sama mencapai 3,43 hari atau turun 0,93 poin dari Oktober 2020.

Sedangkan RLMT keseluruhan pada November 2020 sebesar 1,55 hari. Naik 0,06 poin jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2020 yang mencapai 1,49 hari.(den/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 22 Mei 2022
25o
Kurs