Senin, 1 Maret 2021

Pandemi Bikin Bisnis e-Commerce Tumbuh Pesat

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Komisaris Utama Aan Purnomo (kiri) turun melayani kastamer di sela grand launching JTL Express, Sabtu (16/1/2021). Foto: Istimewa

Bisnis jasa pengiriman barang di Indonesia melaju pesat akibat pandemi Covid-19. Kebijakan Pemerintah untuk meredam penyebaran virus Covid-19 melalui di antaranya anjuran untuk menjaga jarak, penerapan jam malam, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Bermasyarakat (PPKM), dinilai mampu membuat masyarakat menahan diri untuk beraktivitas, dan mengalihkannya kepada belanja online.

Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga triwulan III 2020 (September), jumlah transaksi jual beli di e-commerce mencapai Rp 180,74 triliun.

“Diprediksi di 2020, nilai transaksi melalui perdagangan elektronik bisa menembus angka Rp 253 triliun,” kata Aan Purnomo Komisaris Utama PT. Jagad Total Logistic (JTL) Express dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (17/1/2021).

Ia menjelaskan, sejak 2017, bank sentral terus mencatat pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat. Tahun 2017, transaksi e-commerce masih di angka Rp 44,75 triliun. Capaian itu naik dua kali lipat lebih di 2018 menjadi Rp 106,5 triliun. Begitu juga di tahun 2019, juga mengalami pertumbuhan signifikan seiring semakin banyaknya market place dan terjadinya pergeseran pola belanja, transaksi e-commerce menembus angka Rp 201 triliun.

Melihat hal tersebut, tingginya pergerakan bisnis e-commerce mampu mendorong peluang besar bagi bisnis jasa kurir bukan hanya dalam perputaran rupiah, namun juga menambah lapangan pekerjaan. Sebagai pemain baru di bisnis kuris, Aan mengatakan, pihaknya berpeluang memberikan lapangan pekerjaan untuk 5.000 orang.

Arief Effendy Chief Executive Officer JTL Express menambahkan, Surabaya maupun Jawa Timur merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi bisnis jasa kurir. Hal itu didukung oleh posisi strategis Surabaya maupun Jawa Timurdi lalu lintas perdagangan nasional sebagai penghubung antara Indonesia Bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur.

“Lalu lintas barang dari barat yang mau ke timur atau pun sebaliknya, tentu saja akan melewati Surabaya maupun titik-titik di Jawa Timur. Nah, lokasi kita yang sangat strategis inilah yang menjadi nilai tambahnya,” kata Arief.

Dengan keunggulan itu Arief optimistis kehadiran JTL Express akan semakin mewarnai bisnis jasa kurir nasional. Apalagi JTL Express tak hanya menjadikan UMKM sebagai target pasar, tapi juga mitra dalam membesarkan perusahaan. “UMKM itu perannya sangat penting. Mereka adalah target market yang luar biasa besarnya, tapi bagi kami UMKM juga bisa menjadi mitra yang baik,” ungkapnya.(dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
27o
Kurs