Selama ini, pemenuhan 60 persen kebutuhan pakan hewan peliharaan (pet food) di dalam negeri ternyata didominasi oleh produk impor dari luar negeri.
Nasrullah Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI menyatakan itu di Sidoarjo, Kamis (11/11/2021).
Dia sampaikan itu dalam sambutannya sebelum melepas ekspor produk pakan hewan peliharaan PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) ke Brunei Darussalam.
“Pada posisi inilah kecintaan kita kepada Tanah Air ini diuji. Ngapain kalau kita sudah punya kok masih harus impor?” ujarnya setelah kegiatan.
Pemerintah, kata Nasrullah, akan berupaya mereduksi impor pakan hewan peliharaan itu secara perlahan-lahan dengan mengedukasi pelaku bisnis dan masyarakat.
“40 persen itu menunjukkan, produk dalam negeri kita ini sudah bisa diterima. Tinggal membuktikan kualitasnya yang tidak kalah dengan produk dari luar negeri. Apalagi harganya yang lebih bisa bersaing,” ujarnya.
Sekadar mengingat, CP Prima melalui anak perusahaannya, PT Central Windu Sejati hari ini melakukan ekspor perdana Pakan Hewan Peliharaan Ke Brunei Darussalam.
Nasrullah memastikan, ekspor produk CP Prima ke Brunei Darussalam itu adalah yang pertama Indonesia, yang selanjutnya harus ditingkatkan dan diperluas.
CP Prima hari ini memberangkatkan satu kontainer pakan hewan peliharaan seberat 10 ton ke Brunei Darussalam. Desember mendatang, perusahaan itu berencana mengekspor ke Filipina.
Pelaksanaan eskpor pakan hewan peliharaan ini, kata Nasrullah, menjadi tanda bahwa produk pakan hewan peliharaan dalam negeri diakui di luar negeri.
Ekspor pakan hewan peliharaan ini menurutnya juga sesuai pesan Jokowi Presiden dan Menteri Pertanian RI sebagai salah satu hal yang perlu digenjot untuk memulihkan dan meningkatkan ekonomi Indonesia.(den/dfn/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
