Senin, 27 September 2021

Peternak Ayam Petelur Blitar Minta Presiden Carikan Solusi Permasalahan Harga Pakan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden bertemu Suroto Peternak Ayam Petelur asal Blitar, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021), di Istana Negara, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

Suroto peternak ayam petelur asal Blitar, Jawa Timur, bersama perwakilan Perhimpunan Insan Perunggasan dan Peternak Ayam Petelur, pada Rabu (15/9/2021) siang, mendapat kesempatan bertemu Joko Widodo Presiden, di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan yang dihadiri Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian, dan Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan, Suroto menyampaikan langsung persoalan mahalnya harga pakan ternak, dan rendahnya harga jual telur ayam.

Pekan lalu, Selasa (7/9/2021), Suroto melakukan aksi membentangkan spanduk bertuliskan pesan meminta pertolongan, waktu Jokowi Presiden melintas di Jalan Mohammad Hatta, Blitar, Jawa Timur, dalam rangka kunjungan kerja.

Tadi siang, sesudah bertemu Presiden, Suroto menjelaskan maksud dan tujuannya membentangkan spanduk bertuliskan “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar, Telur Murah”.

Menurutnya, orang yang bisa memberikan solusi terbaik atas permasalahan mahalnya harga jagung dan murahnya harga jual telur cuma Jokowi Presiden.

“Saya percaya satu-satunya orang Indonesia yang sekarang bisa menolong peternak, ya cuma Pak Jokowi,” ujarnya di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta.

Di situ, Suroto menceritakan kalau para petani melalui asosiasi dan koperasi sudah mencoba mencari solusi ke sejumlah lembaga pemerintah yang ada di daerah.

Bahkan, perjuangannya sudah dilakukan sampai ke tingkat Kementerian Pertanian.

Tapi, pertemuan yang berulangkali dilakukan antara perwakilan kementerian dan para peternak ayam petelur tidak juga menghasilkan solusi.

Karena sudah mentok, Suroto berinisiatif membentangkan poster supaya Presiden memperhatikan dan mau membantu menyelesaikan masalah yang dialami para peternak.

“Kami terjepit posisinya. Sudah usaha itu tidak bisa jalan. Kami produksi telur seumpama 100 persen itu masih rugi, sedangkan telur nggak bisa keluar (terjual) numpuk di gudang kandang itu,” paparnya.

Suroto bersyukur inisiatifnya mendapat perhatian, dan hari ini bisa menyampaikan langsung keluhan para peternak ayam petelur kepada Jokowi Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden menginstruksikan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk segera mencari solusi berbagai permasalahan sektor perunggasan di Tanah Air.

Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bersama Kementerian Pertanian akan membuat terobosan untuk menyeimbangkan harga pakan ternak dan harga jual telur unggas.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian akan membuat suatu terobosan yang bisa menyeimbangkan sektor perunggasan,” ucap Lutfi.

Sekadar informasi, harga pakan unggas mengalami kenaikan mulai awal tahun 2021. Dari harga normal Rp4 ribuan per kilogram, melonjak menjadi Rp8 ribuan.

Kenaikan harga itu disinyalir karena meningkatnya harga jagung yang merupakan bahan baku pakan ternak.

Sementara, harga jual telur ayam dari para peternak antara Rp14 ribu sampai Rp15 ribuan per kilogram.(rid/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
27o
Kurs