Senin, 27 Juni 2022

UMKM di Tunjungan Romansa Bisa Meraup Omzet Rp2 Juta per Hari

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
UMKM binaan Pemkot di Kawasan Wisata Jalan Tunjungan Foto: Diskominfo Kota Surabaya.

Kawasan Jalan Tunjungan atau Tunjungan Romansa jadi salah satu jujugan warga Kota Surabaya untuk berwisata, khususnya di malam hari.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya ikut berdagang dan meramaikan kawasan wisata Tunjungan Romansa.

Hasilnya, para pedagang yang berjualan di kawasan itu bisa meraup omzet hingga Rp2 juta per hari. Bahkan, di hari-hari tertentu, seperti akhir pekan, mereka bisa kantongi omzet Rp5 juta per hari.

Wiwiek Widayati Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya mengungkapkan, kawasan wisata Jalan Tunjungan dibuka sejak 21 November.

Sampai 22 Desember lalu, total transaksi yang tercatat mencapai Rp 275.325.500 juta, terkumpul dari UMKM yang sudah terkurasi oleh Pemkot Surabaya.

“Artinya ini adalah UMKM binaan Pemkot Surabaya dan sudah punya legalitas. Mereka berjualan bergantian tiap dua minggu sekali, total 18 pedagang sampai minggu ini yang setiap hari buka,” katanya, Jumat (24/12/2021).

Uus pemilik UMKM De’nil Pudding salah satu pedagang di Tunjungan Romansa mengaku, Pemkot Surabaya memberi fasilitas gratis kepada para pelaku UMKM agar dia bisa berjualan di kawasan wisata Jalan Tunjungan.

“Omzet per hari saya lumayan, untuk satu hari di hari biasa mencapai Rp500 ribu ke atas. Tapi kalau hari tertentu seperti weekend bisa mencapai Rp 5 juta lebih,” kata Uus.

Setiap harinya, Uus membuka lapak dagangannya mulai pukul 15.00 Wib hingga pukul 21.00 WIB. Namun, tidak sedikit pengunjung yang datang ke lapaknya di atas pukul 21.00 WIB.

Hasilnya, dia biasa menutup lapak dagangannya sampai pukul 21.30 WIB.

“Kalau untuk seminggu kalau dikalkulasi bisa Rp10 juta. Kalau jam-jam ramai ini tidak tentu, kadang pengunjung ramai membeli habis magrib, kadang baru buka sudah antri,” ujarnya.

Dengan adanya fasilitas berjualan secara gratis di kawasan wisata Jalan Tunjungan, dia mengaku bersyukur. Sebab, program besutan Wali Kota  itu sudah membantu para pelaku UMKM yang ada di Surabaya.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu kalau omzet segitu, terima kasih kepada Pak Eri (Wali Kota Surabaya) sudah memberikan kesEmpatan untuk kami melalui program ini,” ujarnya.

Senada dengan Uus, Mila pemilik UMKM Pecel Semanggi juga tak menyangka omzet yang diterima saat membuka lapak di Tunjungan Romansa cukup  besar.

Dia juga mendukung upaya Pemkot Surabaya untuk membantu menstabilkan pergerakan ekonomi di Kota Pahlawan.

“Jadi kemarin (Selasa, 21/12/2021) Pak Eri (Wali Kota Surabaya) sowan kesini, beliau jalan memastikan programnya berjalan lancar. Terima kasih sudah membantu untuk menstabilkan ekonomi, terutama UMKM ini sudah terbantu,” kata Mila.

Perempuan yang berasal dari Kecamatan Sambikerep ini mengaku, bila membuka lapak dagangannya sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Tak dia sangka, Program Tunjungan Romansa kini bisa membantu perekonomian dan membuat omzetnya naik secara drastis.

“Untuk omzet pada akhir pekan bisa mencapai Rp 1 juta per harinya, tapi kalau biasa stabil bisa mencapai Rp 500 ribu lebih. Bahkan, kemarin (Rabu, 22/12/2021) tidak terduga, omzet saya bisa mencapai Rp 750 ribu,” ujarnya.

Bila dikalkulasikan selama seminggu, Mila bisa mendapat omzet hingga Rp5 juta. Dia juga mengaku bersyukur, karena sampai sekarang omzetnya mencapai lebih dari yang dia bayangkan.

“Alhamdulillah sudah mencapai lebih dari itu. Terima kasih bapak Walikota harapan saya Tunjungan Romansa ini bisa diteruskan, untuk kelanjutannya semoga bisa dilanjutkan,” katanya. (man/den)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
28o
Kurs