Senin, 6 Desember 2021

YLKI Tekankan Keamanan Pangan di Hari Pangan Sedunia

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Lahan pertanian di kawasan Lebo, Kabupaten Sidoarjo yang ditanami padi, pada Agustus 2021. Foto: Iping suarasurabaya.net

Tulus Abadi Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan keamanan pangan harus terjamin untuk menyediakan pangan yang sehat dan aman bagi pembangunan masyarakat Indonesia yang sehat, unggul dan produktif.

“Dalam memperingati Hari Pangan Sedunia, tiga isu besar menyangkut pasokan pangan, keamanan pangan dan juga harga pangan,” kata Tulus dalam gelar wicara virtual Hari Pangan Sedunia, Pastikan Ketersediaan Pangan yang Sehat di Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Tulus menuturkan negara hadir untuk intervensi pada tiga aspek menjamin pangan yang sehat dan aman tersedia bagi masyarakat baik terkait pasokan pangan, aksesibilitas pangan maupun harga pangan yang harus terjangkau bagi masyarakat.

“Pasokan ada, aksesibilitas dan keamanan oke tapi kalau harga pangan tidak terjangkau, ini akan menjadi masalah. Oleh karena itu, tiga hal ini yang harus diintervensi negara untuk menjamin pangan kepada masyarakat Indonesia menyangkut pasokan, keamanan dan harga pangan,” ujarnya.

Tulus menyoroti pentingnya untuk memastikan keamanan pangan dari hulu ke hilir khususnya untuk pangan olahan yang banyak dikonsumsi masyarakat terutama berkaitan dengan kemasan pangan.

Aspek keamanan pangan bukan hanya menyangkut bahan pangan yang dikonsumsi tetapi juga menyangkut kemasan pangan. Kemasan pangan tersebut harus memiliki label tara pangan dan kode daur ulang pangan yang menunjukkan bahwa suatu kemasan pangan aman digunakan untuk pangan.

Menurut Tulus dengan perkembangan zaman dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, dibutuhkan kemasan-kemasan yang lebih bertahan lama dan juga lebih aman.

Oleh karena itu, perlu memastikan kemasan yang digunakan aman dan bukan menjadi sumber cemaran bagi pangan olahan yang dikonsumsi karena akan membahayakan kesehatan masyarakat.

Sebagai contoh, kemasan pada air minum dalam kemasan yang beredar di pasar harus dipastikan sesuai dengan standar yang berlaku dan tidak mencemari produk pangan di dalamnya agar tidak membahayakan konsumen.

Tulus menuturkan pihaknya mendorong penggunaan kemasan pangan plastik yang mudah terurai di lingkungan (biodegradable).

“Plastik juga punya eksternalitas atau dampak terhadap lingkungan sehingga kita dorong kemasan-kemasan pangan itu adalah jenis plastik yang biodegradable, mudah diurai lingkungan, itu jadi prasyarat karena saat ini lingkungan kita rusak karena konsumsi plastik salah satunya,” tuturnya seperti dilansir Antara.

Di samping itu, konsumen atau masyarakat harus mencermati pangan olahan atau air minum dalam kemasan yang dikonsumsi tersebut dilengkapi dengan label tara pangan dan kode daur ulang pangan yang menandakan kemasan tersebut aman.

Sementara terkait pasokan pangan, Tulus menuturkan negara Indonesia dengan wilayahnya yang luas harus memastikan kelancaran dan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat di seluruh daerah.

“Karena tanpa adanya distribusi transportasi terhadap bahan pangan bisa saja masyarakat sulit mengakses pangan karena faktor geografis faktor jarak dan segala macam,” ujarnya.

Selain menjamin keamanan dan aksesibilitas pangan, pemerintah juga harus memastikan agar harga pangan terjangkau bagi masyarakat yang merupakan konsumen atau pengguna dari bahan pangan.(ant/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
26o
Kurs