Rabu, 8 Februari 2023

Airlangga Sebut Presidensi G20 Sumbang Rp7,4 Triliun ke Ekonomi RI

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Warga mengajarkan delegasi G20 cara membuat sarana upacara umat Hindu di Bali saat kegiatan hospitality program Anti-Corruption Working Group (ACWG) 2022 di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (8/7/2022). dok/ antaranews.com

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian menyebutkan Presidensi G20 di Indonesia menyumbang Rp7,4 triliun terhadap perekonomian domestik, meliputi konsumsi secara langsung sebesar Rp1,7 triliun.

Selain itu, sudah tercatat 33 ribu tenaga kerja yang diserap dalam perhelatan G20 Indonesia maupun kegiatan UMKM.

“Selama Presidensi G20 ini, telah digelar kegiatan berjumlah 438 yang terdiri dari ministerial meetingworking groupengagement group, dan side event,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Capaian Pertumbuhan Ekonomi Triwulan ke-3 yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (7/11/2022).

Mengutip Antara, dia menuturkan realisasi kegiatan itu sudah melebihi jumlah hari dalam satu tahun. Seluruh kegiatan itu diberlangsungkan di 25 kota.

Lewat seluruh kegiatan, Airlangga menyebutkan hampir seluruh negara rekanan Indonesia mengaku G20 Indonesia menjadi perhelatan G20 yang paling meriah.

Sementara untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diselenggarakan di Bali, sudah tercatat 2.500 orang yang mendaftar untuk 39 delegasi, meliputi 20 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 10 lembaga dunia.

Menurut dia, KTT G20 akan membuat perekonomian secara nasional membaik. Sementara dari segi rekognisi, Indonesia menjadi perhatian puncak dunia dalam perhelatan G20.

“Tentu dampaknya adalah dampak ke depan apalagi pada saat G20 ini, ekonomi Indonesia tumbuh baik di level 5,72 persen dengan inflasi yang bisa ditekan turun di level 5,7 persen,” jelasnya.

Oleh karena itu, Mantan Menteri Perindustrian ini menilai Indonesia memiliki performa yang baik dalam memimpin G20 serta keketuaan ASEAN. Dengan demikian, membuat Indonesia semakin diperhitungkan.

Berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli, saat ini ekonomi Indonesia berada di peringkat ketujuh di dunia dan berpeluang masuk peringkat empat besar lebih cepat di tahun 2030.(ant/tik/rst)

Berita Terkait