Selasa, 5 Juli 2022

Gelaran SPE Tahun 2022 Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Industri Kreatif Jatim

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa meninjau  SPE 2022 di Grand City Surabaya, Kamis (23/6/2022). Foto : Humas Pemprov Jatim

Perkembangan teknologi khususnya digital printing sangat pesat dan memiliki kemajuan yang begitu luas. Hal ini disampaikan Khofifah Indar Parawansa Gubenur Jawa Timur saat meninjau Surabaya Printing Expo (SPE).

“Sebanyak 57,81 persen, kontribusi PDRB Jatim berasal dari UMKM. Oleh karenanya, lewat pelaksanaan expo seperti ini akan memicu pertumbuhan ekonomi dan menggerakkan industri kreatif di Jatim,” ungkap Khofifah saat meninjau  SPE 2022 di Grand City Surabaya, Kamis (23/6/2022).

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, ekonomi Jatim tumbuh menjadi 5,20 persen pada triwulan I – 2022 secara year on year. Pertumbuhan ini posisinya berada di atas pertumbuhan nasional yakni 5,01 persen.

Khofifah mengatakan sebagai center of grafity, Jatim menjadi provinsi yang sangat menentukan tumbuhnya ekonomi di Indonesia. Terbukti, dari 32 rute tol laut yang ada, sebanyak 27 diantaranya melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Oleh karenanya, hal-hal yang menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi dan industri kreatif melalui SPE ini akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Saya optimistis SPE ini resonansinya bisa luas secara nasional. Melalui expo ini kita bisa melihat dari beragam objek printing dan grafika ditampilkan. Terlebih teknologi yang digunakan adalah teknologi yang sangat maju. Dari proses Expo ini diharapakan, masyarakat Jatim dan Indonesia bisa terupdate teknologinya,” jelasnya.

Di sisi lain, Khofifah mengapresiasi, SPE ini juga melibatkan peran dari pelaku UMKM dan Asosisasi komunitas printing, kertas juga produk produk grafik lainnya yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim.

“Lewat SPE ini kita diajak mengerti bahwa kemajuan dari teknologi digital printing telah tumbuh pesat sekali,” ungkapnya.

Sementara itu,  Liana Bratasida Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menyatakan, bahwa kemajuan industri printing tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari Industri kertas. Industri kertas sangat dibutuhkan terutama kertas kemasan.

Ia mengatakan, industri kertas bisa berkontribusi menyelamatkan lingkungan melalui upaya daur ulang. Penggunaan kertas yang tidak terpakai daripada dibakar, serat seratnya bisa diproduksi dan di daur ulang lagi.

“Kami dari APKI menyampaikan selamat berpameran semoga memberikan dampak yang besar bagi ekonomi di Surabaya dan Jawa Timur,” tegasnya.

Sebagai informasi, SPE ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 23 – 26 Juni 2022 dan diikuti oleh 65 perusahaan dengan stand produk yang terdiri dari Mesin Cetak, Mesin Printing, Mesin Sablon Printing dan alat alat yang terkait cetak dari perusahaan dalam maupun luar negeri. (man/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
28o
Kurs