Kamis, 9 Februari 2023

Jokowi Upayakan Peningkatan Produksi Kedelai Lokal untuk Menghindari Impor

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Kacang kedelai. Foto: penjualpembelikedelai.blogspot.com

Joko Widodo Presiden mengingatkan seluruh jajarannya untuk bekerja sama meningkatkan produksi kedelai.

Menurut Jokowi, peningkatan produksi kedelai lokal penting supaya kebutuhan kedelai dalam negeri tidak 100 persen bergantung pada kedelai impor.

Arahan itu disampaikan Presiden, Senin (19/9/2022), dalam rapat kabinet terbatas, di Istana Merdeka, Jakarta.

Sesudah rapat, Airlangga Hartarto Menteri Kordinator bidang Perekonomian menjelaskan sejumlah arahan Presiden terkait kedelai.

Antara lain, memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeli kedelai dari petani dengan harga Rp10 ribu per kilogram, supaya petani tidak mengalami kerugian.

“Bapak Presiden ingin kedelai tidak 100 persen tergantung impor. Karena, dari hampir seluruh kebutuhan 2,4 juta ton, produksi nasionalnya terus menurun,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta.

Airlangga bilang, harga jual yang murah menjadi salah satu penyebab petani malas menanam kedelai.

Dia menyebut, petani tidak mau menanam kedelai kalau harganya di bawah Rp10 ribu per kilogram.

Selama ini, kedelai lokal kalah bersaing dengan kedelai impor dari Amerika Serikat yang harganya sekitar Rp7.700 per kilogram atau bahkan lebih murah.

“Tahun 2018, lahan produksinya sebanyak 700 ribu hektare. Sekarang, cuma 150 ribu hektare. Kalau petani diminta milih tanam jagung atau kedelai, mereka tentu pilih menanam jagung semua. Nah, sekarang kami ingin semua ada, tidak hanya jagung saja yang naik produksinya, tapi kedelainya juga bisa naik,” tegasnya.

Arahan kedua, Presiden mendorong petani menggunakan bibit unggul yang sudah direkayasa secara genetik (Genetically Modified Organism/GMO).

Dengan bibit hasil rekayasa genetik, Pemerintah berharap produksi kedelai per hektare lahannya bisa melonjak signifikan.

“Dengan menggunakan GMO, produksi per hektarenya bisa naik dari yang sekarang sekitar 1,6-2 ton per hektare, bisa menjadi 3,5-4 ton per hektare,” katanya.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan, Pemerintah siap gelontorkan anggaran untuk memperluas lahan tanam kedelai dari 150 ribu hektare menjadi 300 ribu hektare, dan bertambah jadi 600 ribu hektare tahun 2023.

“Anggarannya sudah disiapkan sekitar Rp400 miliar,” ucapnya.

Menko Perekonomian menyatakan, Pemerintah memasang target 1 juta hektare lahan tanam kedelai dalam beberapa tahun ke depan.(rid/ipg)

Berita Terkait