Kamis, 11 Agustus 2022

Mendag Optimistis Bisa Jalankan Perintah Presiden Menurunkan Harga Minyak Goreng

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Zulkifli Hasan Mendag memantau harga barang kebutuhan masyarakat di Pasar Koja, Jakarta Utara, Jumat (17/6/2022). Foto: Kemendag

Hari kedua bekerja sebagai Menteri Perdagangan (Mendag), Jumat (17/6/2022), Zulkifli Hasan kembali memantau ketersediaan dan harga barang kebutuhan masyarakat.

Kali ini, Zulhas melakukan pengecekan di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara.

Pada kesempatan itu, dia menegaskan komitmennya untuk segera mengeksekusi perintah Joko Widodo Presiden mengendalikan harga-harga barang kebutuhan pokok (bapok), terutama minyak goreng (migor).

“Hari kedua bekerja, semaksimal mungkin saya harus cepat menyerap dan memetakan persoalan yang ada. Jadi, saya akan fokus di sisa waktu setahun dua tahun urus ketersediaan pangan dan menjamin keterjangkauan harga. Sekarang, saya sedang memantau efektivitas program migor 2 liter per 1 KTP. Kami berharap tidak ada hambatan,” ucapnya sesudah berkeliling pasar.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, Kemendag sudah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sebagai Kepala Satgas Migor yang saat ini masih efektif.

“Kami terus kaji, koordinasi juga berjalan baik. Insya Allah, akan ada solusi segera. Meski sifatnya bertahap, kami utamakan kepentingan rakyat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Zulkifli mengklaim Pemerintah akan memastikan semua berjalan dengan skema yan ada. Domestic Market Obligation (DMO), Domestic Price Obligation (DPO), dan minyak goreng curah rakyat akan tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau.

“Tadi saya cek di sini harga wajarnya Rp15.000 per kilogram. Kami terus upayakan agar semakin sesuai. Saya juga memperhatikan tentang kualitas dan kebersihan migor curah. Kami harus pikirkan bersama-sama karena negara yang masih memiliki migor curah hanya Indonesia dan Bangladesh,” ungkapnya.

Menurut Mendag, untuk memastikan keterjangkauan harga, pemerintah berharap ada kerja sama antara masyarakat dan pelaku usaha untuk melaporkan ke Satgas Pangan atau lembaga-lembaga terkait jika ada pelanggaran di lapangan.

“Tadi pagi saya meminta untuk membuat crisis center (pusat krisis) dan task force (satuan tugas) migor. Saat ini juga sudah ada hotline (saluran telepon). Kemendag akan mengerahkan segala daya dan upaya untuk menyukseskan ini,” katanya.

Mantan Ketua MPR RI itu juga bilang akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian untuk memastikan kondisi pasokan bapok. Sehingga, dapat menjamin keterjangkauan harga jual di masyarakat.

“Mengenai pertanian, cabai dan sebagainya. Pulang dari sini saya akan kontak Menteri Pertanian. Kami akan koordinasi untuk mengetahui penyebab kenaikan harga dan mencari jalan keluarnya bersama-sama,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di Pasar Koja, minyak goreng curah mendapat pasokan rutin dengan harga jual ke konsumen akhir Rp13.500/liter.

Sementara minyak goreng kemasan premium dijual dengan harga Rp25.000/liter. Untuk komoditas lain, yaitu gula dijual Rp14.000/kg, tepung terigu kemasan Rp12.000/kg, telur ayam ras Rp30.000/kg, dan daging ayam ras Rp37.500/kg.

Lalu, daging sapi Rp150.000/kg, cabai merah keriting Rp90.000/kg, cabai merah besar Rp90.000/kg, cabai rawit merah Rp120.000/kg, bawang merah Rp60.000/kg, serta bawang putih Rp35.000/kg.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
28o
Kurs