Minggu, 23 Januari 2022

Menteri BUMN Berharap Unicorn di Indonesia Terus Bertambah

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Dokumen. Erick Thohir Menteri BUMN dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/5/2021). Foto: Antara

Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap, unicorn atau perusahaan rintisan dengan kapitalisasi lebih dari satu miliar dolar AS di Indonesia terus bertambah.

Erick dalam dialog bersama komunitas Start Up Singo Edan Malang (Stasion), di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/1/2022) mengatakan, dibandingkan negara besar seperti China dan Amerika Serikat, keberadaan unicorn di Indonesia masih sangat kecil.

“Kita komparasi dengan China dan Amerika. China ada 107 unicorn, Amerika lebih dari 200 dan Indonesia baru delapan unicorn,” kata Erick.

Dia jelaskan, Indonesia punya potensi sangat besar untuk menambah jumlah unicorn. Hal itu mengingat jumlah penduduk di Indonesia yang sangat besar dan punya potensi sangat luar biasa.

Menurutnya, dengan potensi besar di Indonesia itulah, sudah seharusnya unicorn di Indonesia bisa bertambah. Setidaknya akan muncul puluhan unicorn baru di Tanah Air.

“Ekonomi kita akan terus berkembang menjadi nomor empat dunia. Artinya apa, tidak mungkin unicorn kita hanya delapan, minimal 25 dan saya berhadap ada yang dari Malang,” kata Erick seperti dilansir Antara.

Oleh karena itu, dia juga berharap anak-anak muda Indonesia termasuk para pelaku start up di Kota Malang bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan menjadi generasi muda yang produktif.

“Makanya saya bilang, jangan jadi generasi muda yang rebahan dan konsumtif, tapi produktif. Bisa tidak? Pasti bisa!” Ujarnya.

Ia memastikan, pemerintah akan terus hadir dan berupaya mendorong lahirnya unocorn baru di Indonesia. Ada sejumlah program yang diluncurkan seperti Merah Putih Fund dan Sembrani Fund untuk mendukung start up dan UMKM Indonesia.

“Ekonomi kita akan terus bertumbuh hingga 2045 dan pemerintah hadir untuk kalian (pelaku start up),” katanya.

Saat ini tercatat ada delapan unicorn di Indonesia. Delapan start up berstatus unicorn pada 2021 adalah Gojek, penyedia berbagai layanan, Tokopedia di bidang e-commerce, dan Traveloka perusahaan di bidang travel.

Kemudian, Bukalapak pada bidang e-commerce, Ovo start up bidang pembayaran elektronik, J&T Express perusahaan bidang pengiriman barang, Xendit sebuah perusahaan financial technology (fintech) dan Ajaib sebuah start up bidang investasi saham dan reksadana online.(ant/tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Minggu, 23 Januari 2022
33o
Kurs