Senin, 23 Mei 2022

Minyak Jatuh, Isue Kenaikan Suku Bunga Fed Cemaskan Investor

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan
Ilustrasi Anjungan Minyak. Foto : Energyfuse.org

Pagi ini, harga minyak jatuh sekitar dua persen dampak dari aksi investor yang merespon rencana kenaikan suku bunga yang kemungkinan akan diputuskan oleh Federal Reserve AS. 

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret turun 1,62 dolar AS atau 1,8 persen menjadi di 86,27 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret jatuh 1,83 dolar AS atau 2,2 persen menjadi di 83,31 dolar AS per barel.

Sebelumnya harga minyak telah naik selama lima minggu berturut turut,  melonjak sekitar 2,0 persen mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014.

Saham-saham Wall Street merosot, pekan lalu membukukan rekor terburuk sejak 2020, investor menarik aset-aset berisiko lainnya seperti minyak mentah.

Meski saham-saham jatuh namun nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang asing masih tetap menguat, hal ini terpengaruh dengan ketegangan antara Rusia dan Ukraina termasuk juga langkah The Fed yang kemungkinan akan mengambil kebijakan hawkish .

Ketegangan di Ukraina telah meningkat selama berbulan-bulan setelah Rusia mengumpulkan pasukan di dekat perbatasannya, memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Eropa Timur.

Di Timur Tengah, Uni Emirat Arab berusaha menghadang dua rudal balistik Houthi yang menargetkan negara Teluk itu,  menyusul adanya serangan mematikan seminggu sebelumnya.

Eskalasi lebih lanjut dari situasi di Ukraina dan Timur Tengah ini diprediksi akan sangat mempengaruhi harga minyak,  karena negara-negara yang terlibat baik Rusia maupun UEA adalah anggota penting OPEC.

Mengutip Antara, Ryan Lance CEO ConocoPhillips punya pandangan berbeda, dia optimistis harga minyak yang tinggi ini hanya bertahan sementara waktu. (ant/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 23 Mei 2022
29o
Kurs