Kamis, 9 Februari 2023

Pemprov Jatim Dukung Pengembangan Ekspor Pisang Cavendish Bondowoso

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur panen pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (26/11/2022). Foto: Humas Pemprov Jatim

Pisang cavendish asal Kabupaten Bondowoso menarik perhatian Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur. Menurutnya, komoditas pisang di Bondowoso punya spesifik tersendiri dibanding dengan pisang yang telah dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia.

Karena itu, Emil menyatakan jika Pemerintah Provinsi Jatim bakal mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan Pemkab Bondowoso agar pisang cavendish bisa di ekspor ke luar negeri.

Sekedar diketahui, hari ini Emil menemani Halim Iskandar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dalam rangka panen pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kabupaten Bondowoso.

“Kalau ini tadi contohnya 1,8 hektar sama dengan 4400 pohon artinya omsetnya saja bisa Rp1,32 miliar. Katakanlah margin 20 persen, kita bisa melihat sendiri bahwa potensinya sekitar 260 juta per 1,8 hektar,” ungkap Emil, Sabtu (26/11/2022).

Menurutnya, kegiatan impor pisang dalam negeri masih short rate sekitar 40 persen. Sedangkan untuk kegiatan ekspor masih banyak potensi pasar-pasar yang bisa dikembangkan lagi.

Hanya saja, Wagub Jatim itu mengingatkan supaya petani pisang tidak terburu-buru melebarkan jaringan. Emil menyebut ada beberapa daerah yang ingin ikut serta dalam kegiatan ekspor pisang.

“Kita akan bicara serius karena di Jatim ini simultan juga dilakukan di Ponorogo, Blitar bahkan Jember juga ingin ikut,” ungkapnya.

Meski demikian, Emil meyakinkan para petani pisang bahwa saat ini untuk pasar pisang cavendish asal Bondowoso sudah ada dan terbilang aman. Bahkan dalam waktu ke depan pihaknya bakal menyiapkan lahan seluas 30 hektare untuk aktivitas perkebunan pisang.

“Kita ingin pastikan betul bahwa memang ini pasarnya kecil aman dan akan ada dukungan teknologi. Tadi disampaikan oleh Pemkab Bondowoso katanya sudah siap 30 hektar untuk menjadi inti 200 hektar dari total 200 hektar plasmanya. Ini yang kita ingin pastikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemprov Jatim akan mendorong pembiayaan agro dari Bank Jatim dari bank UMKM.

Selanjutnya Jatim akan menjalin komunikasi dengan Menteri Desa dan Bupati Bondowoso apabila dibutuhkan sarana dan prasarana yang mungkin bisa disalurkan sebagai prioritas pengajuan.

“Karena dia akan lewat provinsi juga atau dari APBD murni. Maka, kami salut bahwa ternyata hasil pisang di Bondowoso bagus daripada tempat lain. Bondowoso siap-siap jadi banana republik,” tandasnya.

Sementara itu untuk mewujudkan ekspor pisang cavendish yang mana pasarnya sudah didapatkan, Halim Iskandar menuturkan bahwa Kemendes PDTT akan membentuk BUMDesa Bersama.

Skemanya, kata dia, BUMDesa dibentuk supaya setiap desa yang memiliki sekian ratus hektar sawah mudah untuk dikoordinasikan.

“Supaya koordinasinya mudah makanya kita siapkan kegiatan yang jelas salah satunya dengan membangun sinergitas dengan Pemkab Bondowoso,” tuturnya.(wld/iss)

Berita Terkait