Minggu, 25 Februari 2024

Pemprov Jatim Gelontorkan 300 Ton Beras untuk Stabilkan Harga Saat Natal dan Tahun Baru

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Sejumlah karung beras yang disiapkan Pemprov Jatim untuk stabilkan harga menjelang momen Hari Natal, Jumat (23/12/2022). Foto: Lumbung Pangan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelontorkan 300 ton beras untuk menstabilkan harga menjelang momen peringatan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Iwan Plt Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jawa Timur mengatakan, biasanya menjelang Nataru kebutuhan masyarakat untuk bahan pokok meningkat. Kata dia, sebagian besar masyarakat memproduksi makanan untuk peringatan Natal dan pesta akhir tahun.

“Stok bahan pokok yang disiapkan untuk Natal, antara lain 300 ton beras, 40 ribu liter minyak goreng, dan 30 ton gula,” ujar Iwan, Jumat (23/12/2022).

Meski kebutuhan pokok masyarakat meningkat dalam beberapa pekan terakhir, Iwan mengeklaim harga bahan pokok (bapok) di Jatim masih cenderung stabil.

Stabilnya harga bapok tersebut merupakan dampak dari berbagai strategi yang diterapkan Pemprov Jatim, salah satunya melalui operasi pasar.

Kebijakan operasi pasar itu akan terus berlangsung hingga akhir tahun. Termasuk saat peringatan Natal pada Minggu (25/12/2022) mendatang.

“Masyarakat masih bisa menikmati program tersebut,” katanya.

Pemprov Jatim sejak awal sudah melakukan langkah antisipasi dengan menguatkan stok bapok. Dengan begitu, ketersediaan barang di pasar aman. Harga ke konsumen juga tetap stabil.

Penggelontoran bapok itu berlangsung di 25 pasar tradisional di Jatim. Selain itu, pedagang yang menjadi mitra dalam operasi pasar juga masih dilibatkan untuk mencukupi kebutuhan dengan harga di bawah pasar.

“Harapannya tidak ada kelangkaan barang pada Natal dan jelang Tahun Baru,” jelas Iwan.

Sementara itu, Mirza Muttaqien Dirut PT Jatim Graha Utama (JGU) selaku pelaksana program menambahkan jika operasi pasar yang digelar sejak akhir September lalu mendapat respon cukup baik dari masyarakat.

“Terbukti, penjualan bahan pokok melalui program tersebut cukup besar,” katanya.

Rinciannya, beras terjual sekitar 1.300 ton. Lalu minyak goreng 435 ribu liter lebih, gula lebih dari 281 ribu kilogram, bawang merah 3 ribu kilogram lebih, dan cabe rawit 7 kuintal lebih.

Kata Mirza jumlah itu dipastikan bakal bertambah. Sebab, program masih berlangsung dan kebutuhan masyarakat cukup besar.

Sebelumnya, program yang merupakan perwujudkan inisiatif, kolaborasi, dan inovasi (IKI) itu mendapat apresiasi BPS Jawa Timur. Momentum penerapan program itu dinilai tepat. Karena berpotensi menekan laju inflasi.

“Daya beli masyarakat juga tetap terjaga. Dengan begitu, laju inflasi berhasil ditekan,” pungkas Mirza.(wld/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
26o
Kurs