Minggu, 14 Juli 2024

Platform Pasar Digital Dorong Penjualan UMKM Naik 144 Persen Per Tahun

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Arumi Bachsin Emil Dardak Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur memberi sambutan di kegiatan Workshop Pasar Digital UMKM Indonesia (PADI) yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim yang berkolaborasi dengan BUMN, Senin (7/3/2022). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Harry Wahyudi Staff Teknis Operational Telkom dorong pelaku UMKM Jawa Timur untuk lebih banyak memanfaatkan platform Pasar Digital (PADI) UMKM Indonesia untuk memasarkan produknya.

Tercatat angka pertumbuhan penjualan 144 persen setiap tahunnya, Harry optimis PADI UMKM akan berkontribusi besar dalam mendongkrak perekonomian pengusaha kecil menengah.

“PADI UMKM merupakan marketplace yang mempertemukan bisnis UMKM dan BUMN,” jelas Harry Wahyudi, Senin (7/3/2022).

Untuk semakin meningkatkan awareness pelaku UMKM dengan platform PADI, Kementerian BUMN berkolaborasi dengan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jatim dan Telkom untuk menggelar  workhshop aplikasi belanja BUMN bertajuk PADI (Pasar Digital) UMKM di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM.

“Mungkin kalau untuk pembelian, ini kan segmentasi kita agak sedikit berbeda nih. Kalau kita bandingkan dengan yang exsisting kan untuk pembeli umum, kalo kita di PADI concern nya dengan pembeli BUMN. Tidak menutup kemungkinan untuk kita develop kembali untuk umum, tetapi sampai saat ini kita fokus ke si pembeli BUMN dan penjual nya UMKM maupun tender dan ada sistem B2B dan B2C tadi,”ungkap Harry Wahyudi.

Nantinya UMKM yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM akan dijadikan supplier bagi perusahaan plat merah. Produk-produk yang bisa dipasok para UMKM pun beragam. Mulai dari ATK, Elektronik, catering hingga baju seragam dan masih banyak lagi.

“Yang membedakan PADI dengan marketplace lain memiliki fitur tambahan di bidang jasa, seperti EO maupun infrastruktur,” jelasnya.

Platform yang di luncurkan pada 17 Agustus 2020 ini memberikan beragam keuntungan baik bagi UMKM, BUMN maupun pemerintah, khususnya Kementerian BUMN.

Bagi UMKM, kemudahan yang diperoleh antara lain akses pasar yang lebih luas hingga BUMN, e-commerce skala lokal dan global, pembiayaan atau permodalan, dan insight bagi UMKM untuk peningkatan kualitas produk.

“PADI UMKM memiliki fitur be to be  yang mendukung pelaku UMKM dan BUMN untuk melakukan tender melalui e-procurement dan B2C untuk ritel yang lebik mikro,” urainya.

PADI UMK, lanjut Harry juga mendorong transparansi transaksi, karena nantinya akan langsung termonitor oleh Kementerian BUMN melalui control tower dashboard.(man/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Minggu, 14 Juli 2024
21o
Kurs