Sabtu, 10 Desember 2022

Sektor Manufaktur Tunjukkan Pemulihan Makin Kuat di Awal 2022

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Febrio Kacaribu Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI menegaskan, sektor manufaktur merupakan satu di antara kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar nasional. Di awal tahun 2022 sektor ini kembali menunjukkan arah pemulihan yang semakin kuat.

Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index yang mencapai 53,7 naik dari Desember 2021 yang mencapai 53,5. Dengan peningkatan tersebut, sektor manufaktur Indonesia mengalami perbaikan selama lima bulan berturut-turut.

“Ini merupakan awalan yang baik di tahun 2022. Perkembangan industri yang ekspansif ini akan terus kami jaga dengan konsistensi dalam penanganan pandemi termasuk mitigasi varian Omicron dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sehingga pemulihan bisa terus berlanjut sesuai dengan arah yang kami proyeksikan di tahun ini,” ujar Febrio, Kamis (3/2/2022).

Kata dia, kinerja pengendalian pandemi di Indonesia akan terus dijaga sehingga mendukung kepercayaan masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi. Sejak merebaknya varian Omicron di Indonesia pada 15 Desember 2021, jelas Febrio, kasus harian Indonesia masih relatif terkendali dibandingkan dengan negara lain.

“Untuk menjaga kinerja pemulihan ekonomi, kewaspadaan akan terus dijaga. Selain itu, pemerintah siap melakukan langkah-langkah untuk menjaga penanganan pandemi demi keselamatan masyarakat. Pemerintah juga akan terus mempercepat penyaluran program PEN, di mana tahun 2022 dialokasikan sekitar Rp455,62 triliun untuk penanganan kesehatan termasuk melanjutkan vaksinasi, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi,” kata Febrio.

Seiring keberhasilan dalam mengendalikan pandemi, menurut Febrio, ekspansi sektor manufaktur Indonesia ini ditopang juga oleh kuatnya kinerja ekspor dan membaiknya permintaan domestik. Pertumbuhan output didorong oleh peningkatan permintaan dan kondisi produksi yang lebih baik.

Sementara kuatnya permintaan ekspor tercermin pada indeks permintaan ekspor Indonesia mencatatkan rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Selain itu, kata Febrio, permintaan dalam negeri juga terus mengalami pemulihan. Kapasitas produksi meningkat didorong oleh menguatnya permintaan, telah memberikan dampak positif kepada tingkat penyerapan tenaga kerja.

Febrio menjelaskan, perbaikan kondisi logistik dalam negeri merupakan satu di antara faktor penting dalam mendorong kelancaran produksi sektor manufaktur nasional. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas pembelian stok pasokan yang tercatat mengalami peningkatan selama lima bulan berturut-turut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan ini diperoleh dari perbaikan waktu pengiriman (delivery time) oleh pemasok yang pertama kalinya kembali ke level di atas 50 sejak pandemi.(faz/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Sabtu, 10 Desember 2022
26o
Kurs