Minggu, 3 Maret 2024

Sukses Kembangkan Usaha Via e-Peken, Wali Kota Surabaya Kunjungi Lokasi Toko Warganya

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat mengunjungi toko milik Titik Rahmawati di Jalan Kalidami 8/25A, RT04/RW10 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng Surabaya, pada Selasa (27/12/2022). Foto: Diskominfo Surabaya

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengunjungi secara langsung toko kelontong milik Titik Rahmawati warga Kalidami yang berhasil mengembangkan usaha melalui e-Peken.

“Alhamdulillah, di Kampung Kalidami khususnya di RW 10 ada namanya Bu Titik. Dimana beliau ini untuk menambahkan penghasilan keluarganya, bahkan menyekolahkan putra-putrinya itu membuka e-Peken,” ucapnya saat berada di Jalan Kalidami 8/25A, RT 04 RW 10 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Selasa (27/12/2022).

Eri menyebut, melalui e-Peken, toko kelontong milik Titik terus berkembang dan menambah penghasilan keluarga.

“Hingga akhirnya, barang-barang yang dijual di toko kelontong Bunda Titik terus bertambah, itulah yang saya harapkan, wong Suroboyo ayo berusaha,” ucapnya.

Eri juga mengatakan, bahwa pihaknya akan mendukung warga yang mau berusaha dan ingin meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kita bisa belajar kepada Bu Titik ini, tanpa mengenal lelah mau berusaha, akhirnya kita memberikan bantuan,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Eri juga mengapresiasi perangkat RW 10 Kelurahan Mojo, yang terus memberikan perhatian pada warganya untuk berkembang lebih baik.

“Inilah yang menjadikan RW mandiri. Jadi saya bilang, bahwa RW mandiri itu di dalam satu RW tidak ada anak putus sekolah, tidak ada stunting, tidak ada yang tidak mampu, semuanya jadi bahagia. Karena siapa? Karena kekuatan RW dan RT-nya. Nah, pemerintah akhirnya support di atasnya, memberikan pekerjaan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Eri kemudian meminta jajarannya di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) untuk membantu mendirikan toko kelontong di wilayah tersebut, sekaligus untuk percontohan wilayah lain.

Ke depan, Eri berharap, toko kelontong yang didirikan itu menjadi unit usaha yang dapat menambah penghasilan keluarga di lingkungan tersebut, terutama bagi warga tidak mampu atau pendapatannya masih di bawah UMK.

Sementara itu, Titik Rahmawati pemilik toko kelontong, mengatakan bahwa, saat menggunakan e-Peken pendapatnya lebih meningkat.

“Begitu online tapi belum masuk e-Peken, itu bisa sampai Rp800-900 ribu per bulan. Karena kita ada di gang kecil, tidak ada akses umum untuk lewat. Akhirnya dengan e-Peken ini bisa sampai Rp1,5 sampai 2 juta,” ungkapnya.

Titik mengaku, hasil menggunakan e-Peken, mampu membelikan handphone kedua anaknya untuk belajar daring saat pandemi, serta mampu menambah barang jualannya juga.

“Jadi, modal saya di toko jadi banyak banget, mungkin keuntungannya di situ,” pungkasnya.(ris/rum/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs