Rabu, 1 Februari 2023

Wall Street Ditutup Bervariasi, Sektor Energi Masih Menguat

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan
Ilustrasi. Para pialang di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (12/3/ 2020). Foto: REUTERS/Antara

Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks S&P 500 naik-turun dan berakhir hampir tidak berubah karena investor bersiap untuk kenaikan suku bunga di pertemuan Federal Reserve minggu ini dan laporan laba dari beberapa perusahaan berkapitalisasi besar.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 90,75 poin atau 0,28 persen, menjadi 31.990,04 poin. Indeks S&P 500 naik tipis 5,21 poin atau 0,13 persen, menjadi berakhir di 3.966,84 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 51,45 poin atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 11.782,67 poin.

Nasdaq berakhir lebih rendah, serta sektor teknologi dan konsumen non-primer S&P 500 memimpin penurunan di antara sektor-sektor utama S&P. Sementara itu, sektor energi naik seiring dengan penguatan harga minyak.

“Saat ini kami hanya dalam pola bertahan menunggu semua perkembangan itu terjadi,” kata Michael O’Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Stamford, Connecticut seperti dilansir Antara.

The Fed diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Rabu (27/7/2022), yang secara efektif mengakhiri dukungan era pandemi untuk ekonomi AS.

Komentar oleh Ketua Fed Jerome Powell setelah pengumuman akan menjadi kunci, karena beberapa investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga yang agresif dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.

Minggu ini diperkirakan akan menjadi yang tersibuk dalam periode pelaporan keuangan kuartal kedua, dengan hasil dari sekitar 170 perusahaan S&P 500 akan dirilis. Microsoft Corp dan induk-Google Alphabet akan melaporkan hasil keuangannya pada Selasa. Apple Inc dan Amazon.com Inc ditetapkan untuk Kamis (28/7/2022).

“Ini adalah musim laba yang penting bagi pasar, terutama mengingat upaya (baru-baru ini) oleh Nasdaq untuk naik lebih tinggi,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

Nasdaq, yang telah memimpin penurunan di antara sektor-sektor utama tahun ini, naik lebih dari 3,0 persen minggu lalu.

Setelah bel penutupan, saham Walmart anjlok lebih dari 8,0 persen setelah mereka mengatakan pihaknya akan memangkas laba setahun penuh karena inflasi yang disebabkan kenaikan makanan dan bahan bakar.

Laba perusahaan S&P 500 diperkirakan naik 6,1 persen untuk kuartal kedua dari periode tahun lalu, menurut data IBES dari Refinitiv. Seiring dengan inflasi dan kenaikan suku bunga, investor telah khawatir tentang dampak hambatan mata uang dan masalah rantai pasokan yang masih ada bagi perusahaan di musim laporan keuangan ini.

Newmont Corp terjungkal 13,2 persen setelah penambang itu menaikkan perkiraan biaya tahunan dan kehilangan laba kuartal kedua, dirugikan oleh harga emas yang lebih rendah dan tekanan inflasi.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,34 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,0 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (Ant/rst)

Berita Terkait