Jumat, 3 Februari 2023

WHO: Akhir Fase Darurat Covid Makin Dekat Lepas dari Sebaran Omicron

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi, Covid-19 varian Omicron. Foto: dokumentasi SuaraSurabaya.net

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (2/12/2022) mengatakan, dunia semakin dekat dengan akhir fase darurat pandemi Covid-19. Namun, dia juga memperingatkan, Omicron varian Covid-19 masih menyebar di seluruh dunia dan terus menambah kasus kematian dalam jumlah yang signifikan.

“Kita semakin dekat dengan titik ketika kita dapat mengatakan bahwa fase darurat pandemi telah berakhir, tapi kita belum sampai di titik itu,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal WHO dalam konferensi pers di Jenewa.

Mengutip Antara, hal ini berarti Omicron lebih mudah menular daripada varian Delta, sehingga semakin cepat bertambahnya kasus kematian akibat intensitas penularannya.

Sementara itu, Tedros menambahkan, ketidakseimbangan dalam hal pengawasan, pengujian, pengurutan, dan vaksinasi dapat memicu munculnya varian baru.

Berdasarkan data WHO, jumlah kematian mingguan mengalami penurunan tipis selama lima pekan terakhir, tetapi lebih dari 8.500 orang dilaporkan meninggal pada pekan lalu. Beberapa penilaian data air limbah menunjukkan, jumlah kasus baru bisa mencapai lima kali lipat di beberapa negara, artinya bahwa virus tersebut masih menyebar di seluruh dunia.

Dia melanjutkan, ini tidak diterima ketika pandemi memasuki tahun ketiga, di saat sudah banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah infeksi dan menyelamatkan nyawa.

Kendati demikian, Tedros mengakui Omicron yang memiliki lebih dari 500 turunan masih menyebar dan cenderung tidak menyebabkan penyakit terlalu parah daripada beberapa variant of concern sebelumnya.

Saat ini, WHO memperkirakan, sebanyak 90 persen populasi dunia mempunyai tingkat kekebalan terhadap SARS-CoV-2 yang dipicu vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Menurut Maria Van Kerkhove pimpinan teknis dari Program Darurat Kesehatan WHO, sedikitnya 2,5 juta kasus di seluruh dunia dilaporkan kepada WHO dalam sepekan terakhir saja. Namun, angka tersebut hanyalah hasil perhitungan kasar dari sirkulasi virus tersebut di seluruh dunia.

“Jadi mereka yang berusia di atas 60 tahun, orang dengan penyakit bawaan dan gangguan kekebalan, serta pekerja garis depan … Kita belum berhasil mencapai target seratus persen (dalam hal tingkat vaksinasi) dalam kelompok rentan di seluruh dunia di setiap negara. Kami ingin hal itu menjadi fokus utama semua pemerintah negara,” ujar Van Kerkhove.(ant/tik/ipg)

Berita Terkait