Rabu, 28 Februari 2024

Bulog Tetap Prioritaskan Penyerapan Padi dari Petani Dalam Negeri

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Pekerja memeriksa stok beras di gudang Bulog Sub divre Indramayu, Jawa Barat. Foto: Antara

Budi Waseso Direktur Utama Bulog menegaskan, penyerapan padi hasil produksi petani dalam negeri tetap menjadi prioritas.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Waseso terkait rencana pemerintah yang akan kembali membuka keran impor beras untuk mencukupi cadangan beras pemerintah hingga 2024.

“Berapapun produksi petani semua akan terus ditampung atau diserap,” kata Buwas, sapaan akrabnya dilansir Antara pada Rabu (4/10/2023).

Menurut Buwas, setiap produksi petani tersebut akan diserap dengan ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah terbaru, yakni senilai Rp5 ribu per kilogram, atau lebih besar 20 persen dari semula Rp4.200 per kilogram.

Hal ini sebagaimana dilakukan penyerapan atas hasil produksi padi petani pada periode Januari-September 2023 yang jumlahnya mencapai sekitar 820 ribu ton.

Hanya saja, Buwas menyebutkan bahwa pihaknya mengkhawatirkan jumlah serapan akan berkurang. Sebab adanya potensi terjadi penurunan jumlah produksi petani pada musim panen yang akan berlangsung awal 2024.

Penurunan produksi padi tersebut terjadi akibat bencana kekeringan yang saat ini sedang melanda sebagian besar daerah penghasil padi akibat masih aktifnya badai El-Nino.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi anomali cuaca ini memicu adanya defisit beras yang lebih rendah ketimbang realisasi panen sebelumnya yang mencapai 7,2 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras rata-rata per bulan di Indonesia 2,55 juta ton per bulan

“Oleh sebab itu supaya kebutuhan pasar tidak terganggu di tengah fenomena alam ini, kita menggunakan beras impor,” kata Buwas.

Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan, kuota penugasan impor beras yang bergulir untuk 2023 mencapai 2,9 juta ton. Pemerintah berencana mengimpor 1 juta ton lagi yang salah satunya berasal dari China.

Terlepas dari itu, Buwas memastikan, Bulog masih memiliki cadangan sebanyak 1,7 juta ton beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat sebagai bantuan pangan hingga akhir tahun ini. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Rabu, 28 Februari 2024
27o
Kurs