Rabu, 28 Februari 2024

KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
KA Argo Bromo Anggrek yang melayani rute Gambir, Jakarta ke Surabaya. Foto: PT KAI

Eva Chairunisa Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mengatakan bahwa KAI telah menyiapkan sebanyak 303 kereta api (KA) tambahan sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan penumpang.

“Perjalanan KA tambahan dari Daop 1 Jakarta sendiri dari keberangkatan Gambir dan Pasar Senen itu ada sekitar 303 perjalanan KA tambahan (total),” kata Eva dilansir Antara, Sabtu (15/4/2023).

Jumlah 303 KA tambahan tersebut sudah termasuk dalam 1.513 perjalanan KA untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir pada masa angkutan lebaran 2023 mulai 12 April hingga 3 Mei 2023.

KA tambahan tersebut tersedia untuk sejumlah perjalanan relasi favorit dengan tujuan seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, Blitar, Surabaya, dan Malang.

Secara total, PT KAI Daop 1 Jakarta sudah menyiapkan 1 juta tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) untuk masa mudik H-10 hingga H+10 lebaran.

Per Sabtu (15/4/2023) atau H-7 lebaran, sekitar 548.000 tiket untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir sudah terjual. Khusus di Stasiun Pasar Senen, sekitar 23.500 pemudik berangkat pada Sabtu.

Mengingat masih ada tiket mudik lebaran yang belum terjual, Eva mengatakan hingga saat ini pembelian tiket masih bisa dilakukan oleh calon pemudik.

Namun, ia mengimbau agar calon pemudik memilih hari alternatif selain puncak arus mudik, sebab tingkat okupansi penumpang sudah mencapai 88 hingga 100 persen pada periode keberangkatan 17-23 April 2023.

“88 persen itu sudah dipesan, jadi sisa 12 persen lagi, nih. Nah, 12 persen lagi nggak tahu tujuan mana saja, banyak ya. Tapi yang pasti, kalau untuk tujuan-tujuan favorit ini biasanya sudah full,” kata Eva.

Di samping itu, KAI masih melayani penjualan tiket secara offline di loket stasiun atau “go show” mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api. Meski begitu, Eva tetap menyarankan agar calon penumpang melakukan pembelian tiket secara daring untuk memudahkan proses keberangkatan.

Pemesanan tiket secara daring bisa dilakukan melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, contact center 121, dan berbagai mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan KAI.

Selain kesiapan jumlah kereta dan tiket, KAI Daop 1 Jakarta juga melakukan langkah-langkah lainnya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang termasuk kesiapan fasilitas stasiun seperti menambah kursi tunggu, perbaikan di area musala dan toilet.

Selain itu, KAI juga menyiapkan tambahan sumber daya manusia dengan menambah jumlah petugas yang melakukan pemeriksaan serta pengawasan di sejumlah titik yang membutuhkan pengawasan khusus, seperti titik rawan bencana.

“Ada 19 lokasi juga yang kita tempatkan untuk penempatan alat material untuk siaga. Jadi, alat material untuk siaga ini ada 19 lokasi kita tempatkan sehingga tujuannya itu jika sewaktu-waktu terjadi kondisi-kondisi yang menyebabkan gangguan KA, ini penanganannya bisa lebih cepat,” kata Eva.

Petugas yang berada di stasiun juga dilakukan penambahan, seperti petugas layanan yang membantu calon penumpang untuk mencetak tiket secara mandiri, petugas yang bertugas untuk mengarahkan flow penumpang, serta petugas yang membantu calon penumpang untuk mendapatkan informasi.

Tidak hanya itu, petugas di bidang keamanan juga dikerahkan dan ditambah oleh pihak KAI berkoordinasi bersama TNI-Polri dengan menghadirkan total sekitar 610 personel gabungan per hari yang tersebar di berbagai stasiun pemberangkatan KA Jarak Jauh dari Daop 1. (ant/ihz/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Rabu, 28 Februari 2024
27o
Kurs