Minggu, 3 Maret 2024

Tingkat Kunjungan ke Mal Diperkirakan Lebih dari 100 Persen Saat Ramadan

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Pengelola pusat perbelanjaan diminta untuk mengendalikan kapasitas jumlah orang yang berada di dalam gedung secara keseluruhan. Baik itu gerai, area makan, atrium, dan hall. Maksimal hanya diperbolehkan untuk menampung 50 persen dari total ruang gerak bebas. Foto: Hamim/Dokumen suarasurabaya.net

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan bahwa tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idulfitri tahun ini bisa mencapai lebih dari 100 persen.

“Diperkirakan rata-rata kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idulfitri tahun ini dapat mencapai lebih dari 100 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi,” ungkap Alphonzus Widjaja Ketua Umum (Ketum) APPBI, dilansir dari Antara, Minggu (19/2/2023).

Peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan, diperkirakan karena telah dicabutnya peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Tahun ini merupakan Ramadan dan Idulfitri pertama yang tanpa pembatasan, setelah tiga tahun berturut-turut sebelumnya selalu disertai dengan berbagai pembatasan akibat pandemi Covid-19,” ujar Alphonzus.

Alphonzus juga memaparkan, bahwa sejak PPKM dicabut beberapa waktu lalu, pusat perbelanjaan pun kini mulai kembali mengadakan berbagai acara dan kegiatan yang diharapkan dapat semakin meningkatkan jumlah kunjungan.

Tak hanya itu, berbagai promo belanja juga sudah kembali diadakan setelah sebelumnya hampir tiga tahun dilarang, sehubungan dengan pemberlakuan PPKM.

“Setelah PPKM dicabut beberapa waktu yang lalu maka pusat perbelanjaan telah mulai kembali mengadakan berbagai acara dan kegiatan serta beragam promo belanja yang mana sebelumnya hampir selama tiga tahun dilarang sehubungan dengan berbagai pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Di sisi lain, Alphonzus juga menyebutkan, bahwa pada momen bulan suci Ramadan, masyarakat umumnya akan berbelanja produk dalam kategori non F&B (makanan dan minuman).

“Sebagaimana biasanya, selama Ramadan pada umumnya masyarakat akan berbelanja barang ataupun produk kategori non makanan dan minuman dan pada saat libur ataupun Idulfitri maka akan beralih ke kategori makanan dan minuman (F&B) serta hiburan,” kata Alphonzus Widjaja.(abd/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
26o
Kurs