Rabu, 17 April 2024

Harga Emas Naik Seiring Pelemahan Imbal Hasil Obligasi AS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Foto Ilustrasi emas antam. Foto: Freepik Foto Ilustrasi emas antam. Foto: Freepik

Harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Kamis (Jumat pagi WIB) seiring pelemahan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Melansir Antara, Jumat (1/3/2024), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April tercatat naik 12,00 dolar AS atau 0,59 persen menjadi ditutup pada 2.054,70 dolar AS per ounce.

Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, mengatakan di Bloomberg Television’s Wall Street Week bahwa pejabat bank sentral siap untuk menurunkan suku bunga jika diperlukan.

Namun, ditekankan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk memotong suku bunga mengingat keadaan ekonomi yang kuat.

“Kami siap untuk mengambil langkah dan menyesuaikan (kebijakan) sesuai dengan tuntutan data,” kata Daly.

Dalam pernyataan terpisah, Raphael Bostic Presiden Fed Atlanta, mengatakan pembacaan inflasi baru-baru ini menunjukkan “beberapa hambatan di sepanjang jalan” menuju target Fed sebesar 2 persen, dan mengulangi pandangan bahwa kemungkinan akan pantas untuk menurunkan suku bunga pada musim panas ini.

Sedangkan Austan Goolsbee Presiden Fed Chicago, mengatakan selama webinar yang disponsori oleh Bendheim Center for Finance Universitas Princeton pada Kamis (29/2) bahwa dirinya percaya ekonomi telah membuat kemajuan sangat substansial dalam jangka panjang.

Selain itu, kenaikan inflasi pada bulan Januari tidak seharusnya menutupi kemajuan tersebut.

Adapun beragam data ekonomi yang dirilis pada Kamis (29/2/2024). Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim tunjangan pengangguran AS meningkat 13 ribu menjadi 215 ribu untuk pekan yang berakhir 24 Februari.

Kemudian, Chicago Business Barometer dari Institute for Supply Management-Chicago turun menjadi 44,0 pada bulan Februari dari 46,0 pada bulan Januari.

Departemen Perdagangan AS turut melaporkan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS naik 0,3 persen pada bulan Januari, memutus tren kenaikan moderat.

Untuk PCE inti, yang mengukur inflasi mendasar yang tidak termasuk barang energi dan pangan yang bergejolak, naik 0,4 persen, tercepat sejak Januari 2023.

Laporan pekerjaan bulan Februari tersebut, akan dirilis pada 8 Maret mendatang.

Terkait logam mulia perak, untuk pengiriman Maret naik 24,90 sen atau 1,10 persen menjadi ditutup pada 22.885 dolar per ounce. Harga platinum untuk pengiriman April naik 1,10 dolar AS atau 0,12 persen ditutup menjadi 884,00 dolar per ounce. (ant/sya/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Rabu, 17 April 2024
28o
Kurs