Senin, 1 Desember 2025

Airlangga Hartarto: Pembicaraan Impor LNG dari AS Masih Tahap Awal

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian. Foto: Antara

Airlangga Hartarto Menko Perekonomian menyebut pembahasan soal rencana Indonesia untuk mengimpor gas alam atau liquefied natural gas (LNG) dari Amerika Serikat (AS) masih tahap negosiasi awal.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya negosiasi tarif resiprokal dengan AS yang saat ini sedang berjalan.

“Terkait dengan pembicaraan (impor LNG) dengan Amerika, baru pembicaraan awal dan detailnya tentu masih berproses jadi ini masih panjang,” kata Airlangga dilansir dari Antara, Senin (5/5/2025).

Airlangga menuturkan pemerintah Indonesia dan pemerintah AS masih dalam tahap pembahasan teknis soal negosiasi tarif.

Selain LNG, Indonesia juga tengah mempertimbangkan peningkatan impor berbagai komoditas dari AS, mulai dari produk energi seperti LPG, minyak mentah, hingga produk pertanian.

Lebih lanjut, Menko menuturkan kedua negara juga membahas kerja sama di bidang pengelolaan mineral kritis.

Isu tersebut menjadi bagian dari pembicaraan antara kedua negara.

“Khusus untuk tadi, dengan Amerika pun kritikal mineral ada pembahasan,” jelasnya.

Sebelumnya, seluruh proposal dan pendekatan Indonesia dalam proses perundingan mengacu pada strategi untuk melindungi kepentingan nasional di berbagai sektor strategis.

“Tawaran Indonesia kepada Amerika Serikat untuk mewujudkan kerja sama perdagangan yang adil, fair and square, sepenuhnya mengacu kepada kepentingan nasional dan dirancang untuk menjaga perimbangan (manfaat) setidaknya pada lima manfaat,” kata Airlangga dalam Konferensi Pers Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat secara daring, Jumat (25/4/2025).

Adapun lima manfaat utama yang dimaksud yakni menjaga ketahanan energi nasional, memperjuangkan akses pasar ekspor, mendorong kemudahan berusaha lewat deregulasi, membangun rantai pasok industri strategis termasuk mineral kritis, serta memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk di sektor kesehatan, pertanian, dan energi terbarukan.

Dalam perkembangan terbarunya, Airlangga menyampaikan bahwa tim delegasi Indonesia telah melakukan berbagai pertemuan intensif dengan sejumlah pejabat tinggi AS. (ant/bel/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 1 Desember 2025
27o
Kurs