Kamis, 22 Oktober 2026

BI Pilih Insentif Ketimbang Naikkan Suku Bunga demi Tarik Modal Asing

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Ilustrasi Dolar Amerika Serikat

“Ini yang kami pilih. Lebih efektif daripada kenaikan BI-Rate 25 basis poin,” ujarnya.

Dia berharap, insentif tersebut bisa meningkatkan aliran dana ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), sehingga mendukung penguatan nilai tukar Rupiah.

“Jangan menganggap kalau tidak menaikkan BI-Rate, berarti BI tidak bisa memperkuat stabilitas nilai tukar. Insentif ini lebih efektif untuk menarik investasi portofolio asing, memperkuat stabilitas Rupiah, tanpa harus mendorong kenaikan suku bunga di dalam negeri,” kata Perry.

Destry Damayanti Deputi Gubernur Senior BI mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah nonkonvensional yang lebih terarah (targeted) untuk menarik arus modal asing.

Menurutnya, imbal hasil SRBI dalam beberapa lelang terakhir telah berada di kisaran yang optimal. Imbal hasil SRBI tenor satu tahun saat ini bertahan di sekitar 7,6 persen. Sehingga, BI memilih meningkatkan insentif daripada menaikkan suku bunga.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2026
35o
Kurs