Senin, 7 September 2026

Bisnis Tak Cukup Jual Produk, Storytelling Jadi Kunci Bangun Kepercayaan

Laporan oleh Adit Jufriansyah
Bagikan
Ilustrasi - Barista sedang berinteraksi dengan konsumen di sebuah kafe. Foto: iStock

Persaingan bisnis saat ini tidak lagi hanya mengandalkan keunggulan produk. Di tengah banyaknya pilihan yang ditawarkan kepada konsumen, cerita di balik sebuah produk menjadi faktor penting untuk membangun persepsi dan kepercayaan.

Eric Harianto Associate Professor sekaligus Corporate Entrepreneurship Expert mengatakan, persaingan bisnis telah bergeser dari product competition menjadi perception competition dan kini mengarah pada trust competition.

Menurut Eric, perkembangan teknologi dan penggunaan kecerdasan buatan atau AI membuat produk semakin mudah dibuat dan ditawarkan.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha perlu memberikan nilai lebih melalui pengalaman dan cerita yang melekat pada produknya.

Ia mencontohkan, kopi yang dapat dijual mulai sekitar Rp5 ribu di warung hingga Rp50 ribu di kafe. Perbedaan harga tersebut tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga pengalaman emosional dan nilai sosial yang ditawarkan.

“Sudah tidak zaman menjual produk saja, harus kita jual ceritanya,” ujar Eric.

Ia menjelaskan, membangun narasi bisnis harus dimulai dengan memahami alasan sebuah usaha didirikan dan persoalan yang ingin diselesaikan melalui produk tersebut.

Pelaku usaha juga perlu memahami konsumennya melalui segmentasi pasar. Dari sana, bisnis dapat menentukan narasi yang relevan sekaligus memilih kanal komunikasi yang tepat untuk menyampaikannya kepada target konsumen.

Dengan demikian, storytelling bukan sekadar cara mempromosikan produk, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun hubungan dan kepercayaan dengan konsumen. (dit/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 7 September 2026
29o
Kurs