East Java Investment Forum (EJIF) 2026 mencatat 12 komitmen investasi di Jawa Timur dengan total nilai mencapai Rp2,4 triliun.
Forum yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu menjadi bagian dari upaya memperkuat investasi di Jawa Timur, sekaligus mempertemukan pelaku usaha, calon investor, pemilik proyek, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan.
Ibrahim Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur mengatakan, investasi perlu terus didorong karena dampaknya tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan.
“Momentum investasi Jawa Timur perlu terus didukung melalui sinergi dan kolaborasi. Investasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, namun berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,” terangnya, Minggu (4/10/2026).
Menurut Ibrahim, penguatan investasi perlu didukung kondisi ekonomi yang stabil, keberlanjutan fiskal, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang mendukung kegiatan ekonomi.
Dalam EJIF 2026, Jawa Timur menawarkan 28 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan total nilai investasi mencapai Rp73,7 triliun.
Proyek yang ditawarkan mencakup sektor manufaktur, pariwisata, infrastruktur, dan agroindustri. Selain itu, terdapat tujuh kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus serta 80 aset potensial milik pemerintah daerah yang turut ditawarkan kepada investor.
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat dukungan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Emil menyebut, Jatim memiliki modal dasar yang kuat untuk menarik investasi, terutama melalui sektor manufaktur dan pertanian.
“Modal dasar yang kuat, sektor manufaktur dan pertanian, menjadi daya tarik investasi di Jawa Timur,” ujarnya.
EJIF 2026 juga diikuti investor domestik dan internasional dari Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia.
Forum tersebut turut diisi diskusi mengenai prospek investasi Indonesia dan Jatim serta peran pemerintah dalam mendukung investasi. (ris/saf/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

