Jumat, 11 September 2026

Pertumbuhan Ekonomi dan Realisasi Investasi Jatim Melambat, APINDO Minta Kebijakan Pemerintah Pertimbangkan Kondisi Industri

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eddy Widjanarko Ketua DPP APINDO Jatim. Foto: Istimewa

Pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi Jawa Timur pada paruh pertama 2026 mengalami perlambatan. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jatim minta pemerintah memastikan kebijakan investasi mempertimbangkan kondisi industri yang sudah ada.

Eddy Widjanarko Ketua DPP APINDO Jatim mengatakan, perlu ada keseimbangan antara terus mendorong investasi baru dengan pemerintah tetap harus memastikan industri eksisting mendapat kepastian dalam menjalankan usahanya.

“Investasi baru tentu harus kita dorong. Tetapi industri yang sudah ada juga harus dijaga. Mereka telah menanamkan modal, menyerap tenaga kerja, membangun rantai pasok, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. Jangan sampai setelah investasi berjalan, muncul kebijakan yang justru membuat mereka merasa tidak lagi mendapatkan kepastian dalam menjalankan usahanya,” kata Eddy, Jumat (11/9/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan II 2026 mencapai 5,72 persen secara tahunan (y-o-y), melambat dibandingkan triwulan I 2026 sebesar 5,96 persen.

Perlambatan juga terlihat pada realisasi investasi Jatim, semester I 2026 tercatat Rp72,7 triliun, turun 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp74,7 triliun.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Jumat, 11 September 2026
28o
Kurs