Selasa, 21 Juli 2026

ESDM Tetapkan Harga Minyak Mentah Indonesia Turun 83,45 Dolar AS per Barel

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Kilang minyak lepas pantai.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni 2026, turun jadi 83,45 dolar AS (setara Rp1.499.926) per barel.

Harga itu turun 23,11 dolar AS (setara Rp415.378) dibandingkan ICP Mei 2026 yang mencapai 106,56 dolar AS (setara Rp1.915.304) per barel.

Penetapan itu tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2026.

Laode Sulaeman Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM mengatakan, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan harga minyak selama Juni.

“Penurunan ini secara umum dipengaruhi oleh tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang cenderung mereda sepanjang bulan Juni,” kata Laode, Senin (20/7/2026) yang dikutip Antara.

Selain meredanya ketegangan, gencatan senjata dan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap turut memengaruhi pasar. Pembukaan jalur tersebut memperlancar pasokan minyak dunia dan menekan harga di pasar internasional.

Selain itu, harga minyak juga dipengaruhi kondisi fundamental pasar. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia tumbuh 1,1 juta barel per hari, sementara negara-negara OPEC+ kembali meningkatkan produksi.

Rusia juga berencana menambah pasokan minyak untuk memenuhi target produksi OPEC+ pada 2026. Peningkatan pasokan di tengah perlambatan permintaan ikut menekan harga minyak dunia.

Pada Juni 2026, harga Brent di ICE turun dari 103,71 dolar AS (setara Rp1.864.078) menjadi 84,98 dolar AS (setara Rp1.527.426) per barel.

Harga WTI di Nymex turun dari 98,51 dolar AS (setara Rp1.770.614) menjadi 82,41 dolar AS (setara Rp1.481.233) per barel. Sementara Dated Brent turun dari 107,55 dolar AS (setara Rp1.933.098) menjadi 86,13 dolar AS (setara Rp1.548.096) per barel.

Basket OPEC juga turun dari 114,55 dolar AS (setara Rp2.058.916) menjadi 91,03 dolar AS (setara Rp1.636.169) per barel berdasarkan data hingga 28 Juni 2026. (ant/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 21 Juli 2026
26o
Kurs