Selain itu, sebanyak 270 UMKM syariah turut berpartisipasi, baik secara langsung maupun melalui platform perdagangan digital.
Ibrahim mengatakan, pengembangan ekonomi syariah ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan transaksi, tetapi juga perlu memperkuat ekosistem yang mendukung UMKM, pembiayaan, hingga kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Destry Damayanti Gubernur Bank Indonesia (BI) yang menekankan tiga pilar penguatan ekonomi syariah, yakni ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing, perluasan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah.
Lebih lanjut, Fesyar Jawa 2026 juga menghasilkan sejumlah program unggulan, di antaranya pembentukan Pasar Rakyat Halal, Aman, dan Sehat serta penguatan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).
Program lainnya berupa pengembangan wakaf uang untuk mendukung pendidikan serta pembiayaan inovatif untuk pengadaan perumahan bagi guru madrasah dan pesantren anggota Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).

NOW ON AIR SSFM 100

