Joko menjelaskan, harga BBM nonsubsidi pada Januari 2025 hingga awal 2026 relatif stabil dan masih berada di bawah Rp20.000 per liter. Namun, situasi berubah setelah eskalasi konflik geopolitik pada akhir Februari 2026.
Menurutnya, perkembangan geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga BBM secara signifikan. Bahkan, harga BBM jenis Solar sempat menembus Rp25.000 per liter.
“Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan avtur ini memang mayoritas dipengaruhi faktor geopolitik sejak 28 Februari 2026,” kata Joko dilansir dari Antara.
Untuk Pertamax dan Pertamax Green, Pertamina sempat menahan kenaikan harga pada April 2026. Penyesuaian harga baru dilakukan pada Juni.
“Khusus yang Pertamax dan Pertamax Green pada April itu memang ada pembatasan, tidak naik. Baru kemudian di bulan Juni dinaikkan,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

