Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax pada Agustus 2026, diperkirakan memberi sentimen positif terhadap laju inflasi sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Yusuf Rendy Manilet ekonom Center of Reform on Economics (CORE) mengatakan, penurunan harga BBM nonsubsidi berpotensi memperkuat tren moderasi inflasi yang mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
“Penurunan harga BBM nonsubsidi dapat memperkuat tren moderasi inflasi dalam beberapa bulan ke depan, terutama melalui komponen harga yang diatur pemerintah,” ujar Yusuf dilansir dari Antara pada Senin (3/8/2026).
Menurut Yusuf, kondisi inflasi saat ini sudah menunjukkan perbaikan. Pada Juli 2026, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,88 persen dengan deflasi secara bulanan, sehingga penurunan harga Pertamax diperkirakan akan semakin mendukung stabilitas harga.
Ia menilai manfaat penurunan harga BBM nonsubsidi paling dirasakan oleh masyarakat kelas menengah yang menjadi pengguna utama Pertamax, termasuk sebagian pelaku UMKM yang mengandalkan kendaraan operasional.

NOW ON AIR SSFM 100

