Donald Trump Presiden AS disebut tengah mempertimbangkan langkah untuk mencapai kesepakatan dengan Iran atau melanjutkan serangan militer setelah pemilihan paruh waktu.
Sementara itu, Teheran dilaporkan bersiap memberikan respons yang berpotensi menyasar Israel dan Uni Emirat Arab.
Ketidakpastian tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan pasokan energi global. Kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi, sehingga mempersempit ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
“Konflik di Timur Tengah telah mendorong harga energi naik tajam pada tahun ini, memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, yang cenderung menekan aset berisiko,” kata Nico.
Investor juga mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28–29 Oktober 2026. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya, tetapi pelaku pasar tetap menunggu petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS selanjutnya.
NOW ON AIR SSFM 100

