“IHSG membentuk long lower shadow namun karena masih ditutup di area negatif sehingga belum menunjukkan konfirmasi reversal. Beberapa indikator lain juga belum menunjukkan terjadinya reversal,” ujar Ratna dilansir dari Antara.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi pada rentang 6.050-6.200.
Investor juga perlu mencermati potensi fluktuasi yang lebih tinggi karena perdagangan Rabu bertepatan dengan hari terakhir kuartal III 2026.
Dari sisi fundamental domestik, perhatian pasar turut tertuju pada kebijakan fiskal pemerintah setelah DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 menjadi undang-undang pada Selasa (29/9).
Dalam APBN 2027, pemerintah dan DPR mempertahankan target defisit fiskal sebesar Rp671,16 triliun atau setara 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).








