Sementara itu, target pendapatan negara ditetapkan Rp3.435,10 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan usulan awal pemerintah sebesar Rp3.426,03 triliun.
Target belanja negara juga naik menjadi Rp4.106,26 triliun dari usulan awal Rp4.097,19 triliun.
Ratna menilai postur tersebut menunjukkan kebijakan ekspansi fiskal yang tetap terjaga. Kenaikan belanja terutama berasal dari belanja kementerian/lembaga (K/L), sementara transfer ke daerah dan target keseimbangan primer relatif tidak berubah.
“Postur APBN 2027 tersebut menunjukkan ekspansi fiskal yang relatif terjaga. Untuk kenaikan belanja terutama berasal dari belanja K/L, sedangkan transfer ke daerah dan target keseimbangan primer relatif tidak berubah,” jelasnya.
Menurut Ratna, kebijakan fiskal tersebut berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi domestik, terutama melalui konsumsi dan investasi.








