Selasa, 1 September 2026

IHSG Dibuka Menguat, Pasar Tunggu Data Inflasi dan NFP AS

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi - Seorang pria memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2/2025). Foto : Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (1/9/2026) pagi bergerak menguat, di tengah pelaku pasar yang bersikap wait and see terhadap data perekonomian domestik dan global.

IHSG dibuka menguat 12,64 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.538,12. Sementara itu, Indeks LQ45, kelompok 45 saham unggulan, naik 0,92 poin atau 0,14 persen ke posisi 644,75.

“Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran level 6.450-6.570 pada perdagangan Selasa,” ujar Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, dalam kajiannya di Jakarta yang dilaporkan Antara, Selasa.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data inflasi Indonesia yang diperkirakan naik ke level 0,2 persen month to month (mtm) pada Agustus 2026, dari sebelumnya mencatatkan deflasi 0,14 persen (mtm) pada Juli 2026. Secara tahunan, inflasi diperkirakan berada di level 3,13 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026, meningkat dari 2,88 persen (yoy) pada Juli 2026. Sementara inflasi inti diperkirakan naik menjadi 2,8 persen (yoy), dari sebelumnya 2,76 persen (yoy).

Pelaku pasar juga menantikan data neraca perdagangan yang diperkirakan mencatatkan defisit 0,3 miliar dolar AS pada Juli 2026, membaik dari defisit 0,45 miliar dolar AS pada Juni 2026, dengan pertumbuhan impor diperkirakan masih lebih tinggi dari pertumbuhan ekspor. Sementara itu, indeks PMI Manufacturing diestimasikan sedikit naik ke level 50,5 pada Agustus 2026, dari 50,2 pada Juli 2026.

Dari kawasan Asia, pelaku pasar menantikan data RatingDog Manufacturing PMI China yang diperkirakan naik ke level 51, dari 50,9 pada Juli 2026, sementara indeks Consumer Confidence Jepang diestimasikan sedikit naik ke level 35. Dari Eropa, pasar menantikan data inflasi yang diperkirakan naik menjadi 3,3 persen (yoy), dari 2,9 persen (yoy) pada Juli 2026.

Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menantikan rilis indeks ISM Manufacturing PMI yang diperkirakan sedikit turun ke level 55,2, dari 55,6 pada Juli 2026. Sementara jobs opening AS diperkirakan berada di level 7,3 juta pada Juli 2026, dari 7,36 juta pada Juni 2026.

Dari sisi sentimen geopolitik, serangan AS terhadap Iran memicu kenaikan harga minyak kembali. Jika harga minyak bertahan tinggi dalam waktu lama, hal ini berpotensi kembali mendorong kenaikan laju inflasi. Sementara itu, bank sentral AS The Fed mengisyaratkan akan lebih fokus menurunkan inflasi menuju target, yang semakin meningkatkan ekspektasi The Fed berpotensi menaikkan suku bunga pada September 2026.

Di sisi lain, pelaku pasar mencermati pertemuan para menteri keuangan, gubernur bank sentral, serta pejabat negara-negara G20 di Asheville, Carolina Utara, AS. Investor juga akan memantau serangkaian rilis data ekonomi untuk mendapat petunjuk arah kebijakan moneter AS, termasuk data non-farm payrolls (NFP) AS yang akan diumumkan Jumat (4/9/2026).

Harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 2 persen pada Senin (31/8/2026), setelah pasukan AS menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak, yang menandai kembalinya pertempuran antara AS dan Iran. Sementara itu, U.S. 10-year Bond Yield naik 2 bps ke level 4,75 persen, di tengah investor yang memantau perkembangan di Timur Tengah serta pertemuan para pemimpin keuangan G20.

Bursa Eropa bergerak variatif pada Senin (31/8/2026): Euro Stoxx 50 menguat 1,07 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,29 persen, DAX Jerman melemah 1,17 persen, serta CAC 40 Prancis melemah 0,79 persen. Sementara bursa Wall Street kompak melemah, dengan S&P 500 turun 0,33 persen ke 7.686,14, Nasdaq Composite turun 0,12 persen ke 26.370,89, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,70 persen ke 53.185,90.

Adapun bursa saham regional Asia pagi ini bergerak melemah: Nikkei turun 0,33 persen ke 65.093,00, Shanghai turun 0,17 persen ke 3.979,4, Kospi turun 0,52 persen ke 6.784,28, Hang Seng turun 1,22 persen ke 25.255,00, dan Straits Times turun 0,48 persen ke 5.727,47.(ant/iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 1 September 2026
31o
Kurs