Kamis, 12 Februari 2026

IHSG Ditutup Melemah dengan Persentase 0,31 Persen Kamis Sore

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Layar Digital Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada, Kamis (12/2/2026) sore, dengan persentase 0,31 persen dan bertahan di level 8.265,35.

IHSG melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang periode long weekend libur Tahun Baru Imlek 2026. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,54 poin atau 0,30 persen berada di posisi 839,40.

“Setelah mengalami reli selama tiga hari berturut-turut, IHSG ditutup melemah yang antara lain didorong oleh aksi ambil untung menjelang long weekend,” kata Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas seperti dilansir Antara, Kamis.

Ratna menjelaskan walaupun kondisi sektor sedang mengalami ambiguitas, investor masih cenderung melakukan strategi trading jangka pendek. Di tengah sektor barang baku yang mencatat kenaikan paling besar, sektor kesehatan justru mengalami koreksi terbesar.

Pelaku pasar internasional terpantau akan mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Januari 2026, yang menurut konsensus mencapai 2,5 persen year on year (yoy), atau melambat dari sebelumnya 2,7 persen (yoy) pada Desember 2025.

“Data inflasi ini akan menjadi perhatian investor setelah data nonfarm payrolls AS lebih baik dari perkiraan,” kata Ratna.

Pada sesi pertama, IHSG menunjukkan angka yang positif sebelum bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama. Kemudian, di sesi kedua perdagangan saham, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.

Indeks Sektoral IDX-IC mencatat tiga sektor yang menguat, yaitu sektor barang baku capai kenaikan 1,42 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi naik sebesar 0,75 persen, dan sektor logistik yang naik 0,64 persen.

Sementara itu, terhitung ada delapan sektor yang melemah, yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,00 persen dan 0,71 persen.

Tercatat pula saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LAPD, ZATA, INDS, CSMI dan ESTI. Namun masih terdapat juga saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HILL, PACK, SPRE, TRIN dan KPIG.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.024.785 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 43,26 miliar lembar saham senilai Rp23,84 triliun. Sebanyak 294 saham naik, 384 saham menurun, dan 144 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 10,70 poin atau 0,02 persen ke 57.639,80, indeks Shanghai menguat 2,03 atau 0,05 persen ke 4.134,02, indeks Hang Seng melemah 233,84 poin atau 0,86 persen ke posisi 27.032,53, dan indeks Straits Times menguat 32,17 poin atau 0,65 persen ke posisi 5.016,75.

Merespon keresahan pelaku pasar Indonesia terkait keputusan lembaga pemeringkat Moody’s Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia yang awalnya stabil menjadi negatif, Prabowo Subianto Presiden RI menginisiasi sarasehan ekonomi untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional pada Jumat (13/2/2026) besok.(ant/mun/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 12 Februari 2026
24o
Kurs