Meski demikian, Bank Sentral China (PBOC) kembali menegaskan komitmennya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter yang tetap akomodatif, termasuk menjaga likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit secara seimbang.
Dari dalam negeri, kondisi ekonomi menunjukkan sejumlah sinyal positif. Indeks manufaktur Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi dengan naik ke level 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada bulan sebelumnya.
Namun, pasar masih menilai prospek pertumbuhan sektor manufaktur belum sepenuhnya kuat karena masih dibayangi tingginya harga bahan baku, perlambatan ekspor, dan sikap hati-hati pelaku usaha.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Juli 2026. Sementara inflasi tahunan tercatat 2,88 persen (year on year/yoy), lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 3,2 persen dan masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.
BPS juga mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 450 juta dolar Amerika Serikat pada Juli 2026.

NOW ON AIR SSFM 100

