Senin, 13 April 2026

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Ketegangan Global, Saham Energi Jadi Penopang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat pada perdagangan Senin (13/4/2026), setelah sempat tertekan sentimen global di awal sesi.

IHSG mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 41,69 poin atau 0,56 persen ke level 7.500,19. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 justru terkoreksi tipis 0,01 persen ke posisi 746,36.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG membuka peluang lanjutan penguatan dalam jangka pendek.

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600,” ujarnya.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah seiring lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan ini dipicu memanasnya ketegangan geopolitik setelah Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz menyusul gagalnya negosiasi dengan Iran.

Dilansir dari Antara, kondisi tersebut sempat menekan sentimen pasar karena berpotensi memperpanjang konflik di Timur Tengah serta mengganggu pasokan energi global.

Namun, memasuki sesi perdagangan berikutnya, IHSG berbalik ke zona hijau. Penguatan didorong oleh kinerja positif sektor energi, barang baku, dan industri, meski sektor keuangan masih mengalami tekanan.

Dari sisi domestik, data ekonomi turut memberikan sentimen positif. Penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 6,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Februari 2026, meningkat dari 5,7 persen pada Januari. Pertumbuhan ini menjadi yang tercepat sejak Maret 2024, didorong peningkatan konsumsi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Di tengah dinamika global, Prabowo Subianto Presiden RI melakukan kunjungan ke Rusia untuk bertemu dengan Vladimir Putin Presiden Rusia. Pertemuan tersebut antara lain membahas kelanjutan kerja sama, termasuk potensi penguatan pasokan minyak bagi Indonesia.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati risiko distribusi energi global, terutama jika jalur pengiriman melalui Selat Hormuz tetap terganggu. Selain itu, potensi sanksi dari Uni Eropa terhadap perdagangan minyak Rusia juga menjadi perhatian.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor ditutup menguat dengan sektor energi memimpin kenaikan sebesar 2,55 persen, diikuti sektor barang baku 2,44 persen dan industri 2,08 persen. Sementara itu, sektor keuangan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,91 persen, disusul sektor kesehatan yang melemah 0,17 persen.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi mencapai 2,56 juta transaksi. Sebanyak 42,51 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp20,45 triliun. Dari keseluruhan saham, 397 saham menguat, 264 melemah, dan 156 stagnan.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa cenderung bervariasi. Indeks Nikkei melemah, sementara Shanghai mencatatkan penguatan tipis. Adapun Hang Seng dan Strait Times turut ditutup di zona merah. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 13 April 2026
29o
Kurs