Selasa, 21 Juli 2026

IHSG Menguat Seiring Pasar Sambut Rilis Laporan Keuangan Semester I

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Pekerja memperlihatkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui gawainya di Jakarta. Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada, Senin (20/7/2026), bergerak menguat seiring pelaku pasar menyambut musim rilis laporan keuangan emiten-emiten periode kuartal II-2026 dan semester I-2026.

IHSG dibuka menguat 21,95 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.197,48. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,93 poin atau 0,47 persen ke posisi 624,84.

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6,225-6,280 pada pekan ini,” ujar Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin, yang dikutip Antara.

Dari dalam negeri, secara historis selama 10 tahun terakhir, IHSG selalu mengalami penguatan pada bulan Juli seiring adanya musim rilis laporan keuangan periode kuartal II-2026 dan semester I-2026 dari emiten-emiten di pasar modal Indonesia.

Pada pekan ini, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dalam menentukan kebijakan BI-Rate dan menantikan data pertumbuhan kredit pada, Rabu (22/07/2026), serta data M2 Money Supply pada, Kamis (23/7/2026).

Ratna mengatakan sentimen domestik yang mulai membaik ditandai dengan mulai terjadinya net buy (net beli) oleh investor asing selama dua hari berturut-turut pada pekan lalu.

“Namun meningkatnya harga minyak menjadi risiko yang perlu diwaspadai karena berpengaruh terhadap prospek defisit APBN, inflasi, Rupiah, serta suku bunga,” ujar Ratna.

Dari mancanegara, perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran berpotensi kembali menjadi fokus perhatian global di tengah kenaikan harga minyak yang dapat berpengaruh terhadap prospek kenaikan suku bunga para bank sentral.

Sementara itu, sektor teknologi terkait kecerdasan buatan (AI) akan diuji oleh dirilisnya laporan keuangan beberapa perusahaan hyperscaler, produsen chip dan operator infrastruktur, termasuk Alphabet, Intel, Tesla dan GE Vernova.

Dari kawasan Eropa, Europan Central Bank (ECB) akan memutuskan kebijakan moneternya, sedangkan dari Inggris akan dirilis data inflasi, tingkat pengangguran, serta penjualan ritel.

Pada perdagangan Jumat (17/7/2026) pekan kemarin, bursa Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,84 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,27 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,34 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,47 persen.

Sementara itu, bursa Wall Street di AS kompak melemah pada hari yang sama, di antaranya Indeks S&P 500 melemah 1,01 persen ke level 7.457,69, indeks Nasdaq Composite melemah 1,40 persen ke 25.520,24, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,77 persen ke 52.146,42..

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Shanghai menguat 0,47 persen ke 3.781,95, indeks Hang Seng menguat 1,90 persen ke 25.028,00, indeks Kospi melemah 3,49 persen ke 6.582,66, dan indeks Strait Times menguat 0,02 persen ke 5.510,08.

Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur dalam rangka memperingati Umi no Hi atau Marine Day (Hari Maritim). (ant/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 21 Juli 2026
26o
Kurs