PT Jasa Marga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang pengusahaan jalan tol, menyerahkan 15 unit kendaraan operasional Patroli Jalan Raya (PJR). Kendaraan diberikan untuk membantu pihak kepolisian bertugas selama Operasi Ketupat 2026.
Rivan Achmad Purwantono Direktur Utama PT Jasa Marga mengatakan, pemberian kendaraan merupakan usaha untuk memastikan peningkatan layanan pengamanan di Jawa Timur.
“Bagian dari upaya untuk memastikan bahwa pelayan di Jawa Timur ini menjadi penting. Karena ada beberapa ruas yang kami operasionalkan, yaitu sebagai ruas fungsional. Dan ini adalah dalam tahapan yang akan terus kami lakukan di dalam dua tahun ini. Tahun ini kami harapkan penggantian ini mencapai 68 kendaraan,” ungkap Rivan setelah acara Penyerahan Kendaraan Operasional Patroli Jalan Raya (PJR) di halaman parkir Plaza Tol Kota Satelit, Surabaya, Jumat (6/2/2026).

Dari total target 68 kendaraan yang ingin diberikan tahun ini, Rivan menyebut baru 15 yang terealisasi.
“Jadi masih ada 43 yang akan kami lakukan pada program berikutnya, dan di beberapa wilayah. Karena ini menyangkut dengan 1.295 km ruas Jasa Marga yang harus dijaga, terutama memastikan, bahwa seluruh pengguna jalan atau jasa dari jasa marga ini dapat dijaga, sehingga dapat mewujudkan seluruh pengguna jalan tol berkeselamatan,” katanya.
Polri Siap Jalankan Operasi Ketupat yang Aman Selamat Tertib dan Lancar
Menanggapi pemberian kendaraan tersebut, Irjen Pol Agus Suryonugroho Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri mengucap syukur. Lantaran kendaraan tersebut dapat membantu pihak kepolisian melakukan operasi ketupat, untuk memperlancar arus mudik Lebaran 2025.
“Moga-moga ini bagian daripada wujud kolaborasi, kerja sama bahwa operasi ketupat yang sebentar lagi akan kita laksanakan. Bukan hanya koperasi di bidang lalu lintas, tetapi banyak hal yang harus kita persiapkan,” kata Agus di kesempatan yang sama.
Agus mengatakan ada banyak jalan alternatif yang harus dijaga. Baik jalan nasional, jalan menuju lokasi wisata dan jalan alternatif lainnya.
“Kita juga harus survei semuanya untuk mempersiapkan operasi ketupat. Termasuk juga tempat penyebrangan, tempat-tempat ibadah, termasuk tempat-tempat keramaian,” ungkapnya.
Pengawasan dan pengamanan di jalan-jalan selama operasi Ketupat 2026 akan berjalan, baik dari sisi pengamanan terkait kriminalitas, maupun Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).
“Bagaimana kita bisa mewujudkan kualitas yang aman, selamat, tertib dan lancar. Barangkali itu yang bisa kami sampaikan,” pungkasnya.
Sedangkan Muhammad Awaluddin Direktur Utama PT Jasa Raharja memastikan bakal bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Jasa Raharja. Bukan hanya penindakan kecelakaan, tapi juga menjaga kelancaran dan keselamatan arus mudik 2026.
“Kami menyatakan komitmen dari jasa marga untuk seluruh kantor wilayah dan kantor cabang kami, akan selalu berkoordinasi. Jadi sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Dirut Jasa Marga dengan penyerahan mobil unit Patroli Jalan Raya,” ungkap Awaluddin. (lea/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
