Sama seperti Kapal Gamsunoro, pemilihan waktu dan rute Pertamina Pride untuk melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat dengan mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi.
Mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab.
Selama pelayaran, kapal dimonitor selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran.
Vega menjelaskan, seluruh awak kapal Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan selamat. Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah ini langsung melanjutkan perjalanan menuju Cilacap untuk mengantarkan dan menjaga ketahanan energi nasional.
Kapal Pertamina Pride diperkirakan akan menempuh perjalanan sepanjang 15 hari, dan tiba di Indonesia pada tanggal 23 Juli mendatang.

NOW ON AIR SSFM 100

